Apakah Presiden Cepat Mati Setelah Pensiun?

Tinuku
News KeSimpulan.com - Menjadi presiden bukanlah hukuman mati. Meskipun stres tingkat tinggi menyertai jabatan presiden pada kenyataannya tidak mempercepat kematian.

Mereka yang memegang jabatan tertinggi di Amerika Serikat menampilkan rambut lebih abu-abu dan kerutan di akhir masa, tetapi mereka tidak menua dipercepat, kata Jay Olshansky, sosiolog University of Illinois di Chicago.

"Banyak orang memiliki kesan usia presiden lebih cepat. Tapi kita tidak mati karena rambut beruban atau kulit berkerut," kata Olshansky.

Stres memainkan peran penting tanda-tanda lahiriah penuaan, tetapi untuk menentukan umur panjang, faktor-faktor lain seperti kesejahteraan, pendidikan dan kualitas kesehatan lebih berpengaruh.

Presiden Obama merayakan ulang tahun ke-50 awal tahun ini, perubahan terlihat pada warna rambut dampak tugas eksekutif pada kesehatan presiden. Para dokter menyatakan perubahan adalah bukti presiden AS menambah umur 2 tahun untuk setiap 1 tahun di kantor.

"Orang-orang cenderung percaya klaim seperti ini karena stres jabatan, tetapi ketika Anda menerapkan ke data tidak terjadi," kata Laura Carstensen, psikolog Stanford Center on Longevity.

Olshansky dan rekan menganalisis statistik harapan hidup masing-masing periode waktu ketika dilantik. Membandingkan masa hidup presiden ke rentang hidup rata-rata sezaman pada kenyataan hidup lebih lama dari rekan-rekan mereka.

"Presiden dengan jelas manfaatkan kesejahteraan dan status," kata Olshansky.

Olshansky mengakui studi ini tidak sempurna karena ukuran sampel kecil tapi menjadi awal yang baik untuk menegaskan bukti bahwa kelas sosial adalah indikator terbaik harapan hidup.

"Kisah nyata di sini orang makmur tidak hanya hidup lebih baik, mereka juga hidup panjang," kata Olshansky melapor ke Journal of the American Medical Association.
  1. S. Jay Olshansky (University of Illinois at Chicago, Chicago (sjayo@uic.edu)) et.al. Aging of US Presidents. Journal of the American Medical Association, 2011;306(21):2328-2329. DOI:10.1001/jama.2011.1786

Jay Olshansky http://en.wikipedia.org/wiki/S._Jay_Olshansky
Laura Carstensen http://longevity.stanford.edu/people/staff-2/laura-carstensen/

Tinuku Store