Awan Terkutuk Mendekati Lubang Hitam Sagitarius A*

Tinuku
News KeSimpulan.com - Seseorang berusaha membangunkan raksasa tidur. Awan bunuh diri bisa membangunkan raksasa tidur lubang hitam di pusat dari Bima Sakti.

Aksi bakar diri di depan istana negara merupakan tanda-tanda berakhirnya regim. Aksi bomber bunuh diri teroris menjadi tanda-tanda berakhirnya regim agama di muka Bumi.

Namun aksi melompat ke pusat galaksi menampilkan tanda-tanda regim sistem galaksi. Sebuah awan terkutuk mengejutkan para astronom.

Segumpalan awan gas menuju pusat galaksi Bima Sakti untuk ditelan lubang hitam supermasif jahanam.

Aksi ini dapat menghasilkan flare besar radiasi yang bisa membantu menjelaskan mengapa lubang hitam umumnya begitu tenang.

"Kami mencari di pusat galaksi selama 20 tahun, tapi untuk mengamati gerak bintang," kata Reinhard Genzel, astronom Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics di Garching, Jerman.

Genzel dan Gillessen Stefan tersandung awan di ujung Very Large Telescope di Chile, Maret lalu. Awan lebih kecil dari sistem tata surya kita tetapi sangat padat dengan massa tiga kali Bumi.

Mereka bergerak 2.500 kilometer per detik menuju lubang hitam galaksi kita, Sagitarius A*.

Anehnya Sagitarius A* tenang. Tidak seperti quasar, lubang hitam hiperaktif yang meludah sejumlah besar radiasi oleh konsumsi gas. Lubang hitam kita semakin kehabisan gas dan kelaparan sehingga kurang efisien.

Sementara bintang tersesat di dekat lubang hitam dan kehilangan massa gas. Hal diregang oleh gravitasi lubang hitam ketika semakin dekat pada tahun 2013 ke dalam lingkaran gas panas di sekitar lubang.

"Dengan mengirim lebih banyak material di sana, awan mengaktifkan sistem ke sebuah rezim menjadi lebih efisiensi," kata Ginzel.

Mungkin ada satu suar radiasi besar mengudara beberapa dekade mendatang. Radiasi memberi petunjuk kepada para astronom mengapa lubang hitam kita sangat berbeda dari quasar.

"Ada bukti pusat galaksi lebih bercahaya dalam beberapa ribu tahun terakhir dan kita beruntung hidup pada saat luar biasa aktif," kata Martin Rees, astrofisikawan University of Cambridge.
  1. S. Gillessen (Max-Planck-Institut für extraterrestrische Physik (MPE), Giessenbachstrasse 1, D-85748 Garching, Germany) et.al. A gas cloud on its way towards the supermassive black hole at the Galactic Centre. Nature, 14 December 2011, DOI:10.1038/nature10652

Reinhard Genzel http://www.mpe.mpg.de/ir/userpage.php?id=genzel
Stefan Gillessen http://www.mpe.mpg.de/ir/userpage.php?id=gillessen
Martin Rees http://www.ast.cam.ac.uk/~mjr/

Gambar : ESO

Tinuku Store