KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Wednesday, December 28, 2011

Capsaicin Cabe Rawit Super Pedas Capsicum chacoense

News KeSimpulan.com - Sebuah kerja genetik antara pedas dan efisiensi air mengurai mengapa ada cabai pedas dan ada yang tidak, bahkan ketika spesies yang sama tumbuh bersama.

"Kita tahu capsaicinoids cukup efektif memperlambat laju jamur patogen Fusarium yang masuk ke buah dan duduk di atas benih," David Haak, bioevolusioner Indiana University di Bloomington.

Cabai rawit tumbuh di Amerika Tengah dan Selatan membuat tendangan pedas kepada herbivora yang mencoba memakannya.

Kepedasan juga membuat pohon cabai aman dari kolonialisasi patogen.

Tapi semua rasa pedas datang meminta biaya. Cabai memerlukan banyak air untuk mendapat pedas.

Selama bertahun-tahun, Joshua Tewksbury, ekolog University of Washington di Seattle, berkelana ke Amerika Selatan untuk meneliti cabai.

Salah satu favorit adalah Capsicum chacoense dari Bolivia, si cabe rawit tapi super hot yang membuat seisi mulut Anda terbakar di neraka yang panas.

Capsicum chacoense menjadi sasaran jamur Fusarium yang membuat lubang dan menggerogoti benih. Paprika melawan jamur dengan memproduksi zat kimia yang disebut capsaicin, senyawa kimia yang membuat tendangan pedas menyakitkan.

Tapi tidak semua paprika mengandung capsaicin.

"Jika capsaicin membuat cabe lebih baik, mengapa tidak semua cabe melakukannya?" kata Tewksbury.

Tewksbury bersama Haak berangkat ke Bolivia dan mengumpulkan 330 C. chacoense dari area seluas 300 kilometer, dari gurun kering di timur hingga lembab di barat daya.

Dalam eksperimen terkontrol hanya 15% hingga 20% cabai pedas yang hidup di kondisi kering yang panas dibanding 100% paprika yang hidup di kondisi basah. Tim melapor ke Proceedings of the Royal Society B.

"Sebuah demonstrasi elegan dari sebuah fenomena penting: menghubungkan sifat spesifik untuk keuntungan adaptif spesifik," kata Molly Jahn, agronom University of Wisconsin di Madison.
  1. David C. Haak (Department of Biology, University of Washington, PO Box 351800, 24 Kincaid Hall, Seattle, WA 98195-1800, USA) et.al. Why are not all chilies hot? A trade-off limits pungency. Proceedings of the Royal Society B, December 21, 2011, DOI:10.1098/rspb.2011.2091

David Haak http://www.indiana.edu/
Yosua Tewksbury http://faculty.washington.edu/tewksjj/josh_personal.html
Molly Jahn http://agronomy.wisc.edu/index.php?c=2&p=1&facid=109

Artikel Lainnya: