Desain Jaring Laba-laba Dirancang 200 Juta Tahun Lalu

Tinuku
News KeSimpulan.com - Desain spektakuler web melacak laba-laba tunggal. Sebelum Spiderman tampil di layar lebar, leluhur laba-laba merancang segala hal ratusan juta lalu.

Di balik prestasi megah arsitektur, evolusi spider memisahkan diri dari penenun jaring tunggal. Meskipun laba-laba sutra modern merajut jerat berbagai bentuk dan ukuran, arachnida dalam takson Orbiculariae.

Penenun orb paling mungkin sebagai pintu untuk melacak nenek moyang tunggal desainer web.

Untuk mempelajari lebih lanjut evolusi desainer dan deskripsi pohon keluarga, para peneliti melihat perbedaan molekuler 6 gen pada 300 spesies laba-laba.

Jumlah perbedaan DNA spesies sesuai dengan berapa banyak waktu yang telah terjadi sejak mereka menyimpang dari satu leluhur.

Berdasarkan data molekuler, nenek moyang pemegang hak cipta pertama senyawa perangkap lengket sekitar 200 juta tahun lalu, kata Dimitar Dimitrov, zoolog University of Copenhagen dan George Washington University di Washington, DC, dan rekan.

Meskipun laba-laba penenun cepat berevolusi dengan materi baru (seperti senyawa lengket dengan sutra lebih kental) dan desain web baru (seperti lembaran dan jaring laba-laba) agar lebih efektif menangkap mangsa, berbagai perangkap didesain oleh leluhur tunggal asli.
  1. Dimitar Dimitrov (Center for Macroecology, Evolution and Climate, Zoological Museum, University of Copenhagen, Copenhagen, Denmark; Department of Biological Sciences, The George Washington University, Washington, DC, USA) et.al. Tangled in a sparse spider web: single origin of orb weavers and their spinning work unravelled by denser taxonomic sampling. Proceedings of the Royal Society B, November 2, 2011, DOI:10.1098/rspb.2011.2011

Gambar : Gustavo Hormiga
Tinuku Store