ESO Start Konstruksi Mega Teleskop Inframerah E-ELT

Tinuku
News KeSimpulan.com - Dewan European Southern Observatory (ESO) menekan tombol pembangunan mega teleskop optik inframerah terbesar yang pernah dibangun.

Teoritikus Stephen Hawking mengatakan kelangsungan hidup umat manusia tergantung pada kemampuan kolonisasi multi planet maka Amerika Serikat, Rusia, Eropa dan China paling agresif membangun sumber daya eksplorasi ruang.

Hari ini Dewan ESO mengumumkan proyek konstruksi superlatif teleskop raksasa senilai €1,1 milyar disebut European Extremely Large Telescope (E-ELT).

E-ELT mengusung lensa utama 39,2 meter, jauh melebihi ukuran teleskop terbesar saat ini Large Binocular Telescope selebar 11,9 meter.

Kesepakatan belum final karena beberapa investor dari 15 negara anggota ESO belum mencairkan dana tambahan. Tapi proyek tetap bergulir di Cerro Armazones, Gurun Atacama Chile utara dan instrumen optik lainnya.

"E-ELT menjadi kenyataan," kata Tim de Zeeuw, Direktur Jenderal ESO.

"Proyek sebesar ini mengharapkan persetujuan dana ekstra yang memakan waktu. Dewan mengakui proyek persiapan harus dimulai sekarang sehingga konstruksi penuh dimulai tahun 2012."

Dua proyek teleskop di Amerika Serikat yaitu Giant Magellan Telescope dan Thirty Meter Telescope sedang menggalang investor untuk menutup kekurangan dana National Science Foundation.

Situs ESO : www.eso.org/public

Namun ESO terus mendorong jadwal konstruksi agar teleskop dapat digunakan paling lambat tahun 2022. Chili menyumbangkan tanah di Armazones dan beberapa negara seperti Inggris menyumbang dalam bentuk instrumen.

Masuknya Brasil sebagai anggota baru menambah kontribusi dana pembangunan E-ELT. Republik Ceko, Swedia, dan Finlandia telah sepakat dana tambahan. Persetujuan penuh proyek ini diharapkan pertengahan 2012.
Gambar : ESO/L. Cal├žada
Video : ESOobservatory's Channel http://www.youtube.com/user/ESOobservatory


Tinuku Store