Kecerdasan Manusia Timbal Balik Evolusioner Fisik

Tinuku
News KeSimpulan.com - Batas evolusioner kognisi. Kapasitas fisik membatasi kecerdasan manusia. Peneliti mencoba mengurai limit kecerdasan manusia.

Banyak energi dalam meningkatkan memori, kecerdasan, dan atensi. Bahkan ada obat yang membuat otak lebih tajam seperti Ritalin dan kafein. Tapi tidak benar-benar lebih baik.

Ada batasan bagaimana manusia menjadi cerdas dan setiap peningkatan kemampuan berpikir cenderung datang dengan masalah.

Evolusi mengungkap mengapa hanya manusia cerdas dan spesies lain tidak.

"Banyak orang tertarik pada obat yang dapat meningkatkan kognisi dalam berbagai cara," kata Thomas Hills, kognisian University of Warwick.

"Tapi tampaknya wajar untuk bertanya, mengapa kita tidak lebih cerdas?"

Ada timbal balik umum dalam evolusi. Tinggi badan manusia rata-rata 2,5 meter hingga 3 meter, tetapi jantung tidak bisa menaikkan lebih tinggi.

Sama seperti timbal balik evolusi ciri-ciri fisik. Ada timbal balik untuk kecerdasan. Bipedalitas Homo memperbesar ukuran pinggul. Tapi ukuran otak janin dibatasi ukuran panggul ibu.

Janin dengan otak lebih besar berarti lebih besar kematian ketika persalinan dan panggul tidak dapat berubah substansial tanpa mengubah cara manusia berdiri dan berjalan.

Mekin banyak daya tampung memori makin baik analisa, tetapi orang yang menyimpan kenangan berlebihan memiliki kehidupan lebih sulit. Bahkan meningkatkan kecerdasan umum dapat menyebabkan masalah.

"Memori adalah pisau bermata dua. Jika sesuatu yang buruk terjadi, Anda harus bisa melupakannya."

Ras Yahudi Ashkenazi memiliki IQ rata-rata jauh lebih tinggi dibanding populasi umum Eropa. Artinya seleksi evolusi kecerdasan mereka terjadi 2.000 tahun terakhir. Tapi pada saat yang sama Yahudi Ashkenazi mengembangkan penyakit warisan Tay-Sachs yang mempengaruhi sistem saraf.

"Jika Anda memiliki tugas tertentu yang membutuhkan lebih banyak memori, kecepatan, akurasi lebih atau apa pun, maka Anda memiliki potensi memaksimalkan penyelesaian tugas itu."

"Tapi menjadi salah untuk berpikir bahwa ini dapat meningkatkan kemampuan Anda di semua hal."
  1. Thomas Hills dan Ralph Hertwig. Why Aren’t We Smarter Already Evolutionary Trade-Offs and Cognitive Enhancements. Current Directions in Psychological Science, December 2011 vol.20 no.6 373-377, DOI:10.1177/0963721411418300

Thomas Hills http://www2.warwick.ac.uk/fac/sci/psych/people/academic/thills/

Gambar : Patrick J. Lynch (dalam En Wikipedia)

Tinuku Store