Kilau Mantel Kumbang Berlian Entimus imperialis

Tinuku
News KeSimpulan.com - Rahasia mantel Kumbang Berlian (Entimus imperialis) hitam dengan deretan permata yang berkilauan begitu mewah dan glamour.

Meskipun tidak semahal kerudung terpidana korupsi Nunun Nurbaeti, istri Adang Daradjatun, eks Wakapolri berpangkat Komisaris Jenderal dan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Nauzubillah bin zalik!

Kumbang Berlian Entimus imperialis memakai mantel luar biasa. Semua berwarna hitam dengan deretan lubang yang diisi dengan berlian kecil.

Spesies yang dikenal luas sebagai hama di Australia ini memiliki saudara dekat dengan kumbang yang hidup di Amerika Selatan.

Penonton terpesona dengan kilau cahaya warna-warni cemerlang semewah perhiasan milik manusia. Tapi tentu saja bukan berlian nyata yang membutuhkan tekanan karbon sangat tinggi.

Para peneliti bingung selama bertahun-tahun bagaimana kumbang membuat mantel yang berkilauan berlian hingga teknologi baru mampu mengungkap rahasia.

Sekarang Bodo Wilts, postdoc University of Groningen, dan rekan menggunakan mikroskop elektron menemukan materi berlian sebenarnya terbuat dari chitin yaitu polimer derivasi glukosa.

Materi ini umum ditemukan di antropoida, moluska, krustasea dan berbagai serangga. Chitin muncul keputihan kusam pada hewan di posisi rantai evolusi makanan lebih tinggi. Namun chitin di Kumbang Berlian diatur dengan cara berbeda.

Mantel berisi deretan struktur berlian sebagai kristal fotonik. Masing-masing memiliki sisik kristal di atasnya yang memantul panjang gelombang cahaya berbeda dan pada sudut berbeda sehingga menghasilkan efek berkilau.

Sekarang rahasia sedikit terungkap, peneliti lain dapat meneliti apakah permata tersebut bisa dibuat tiruan dan jika demikian mungkin ada gunanya bagi kita.
  1. Bodo D. Wilts (Computational Physics, Zernike Institute for Advanced Materials, University of Groningen, Nijenborgh 4, 9747 AG, Groningen, The Netherlands) et.al. Hemispherical Brillouin zone imaging of a diamond-type biological photonic crystal. Journal of the Royal Society Interface, December 21, 2011, DOI:10.1098/rsif.2011.0730

Bodo Wilts http://www.rug.nl/staff/b.d.wilts/index

Gambar : Bodo D. Wilts et.al. DOI:10.1098/rsif.2011.0730

Tinuku Store