Otak Psikopat Lemah Komunikasi vmPFC dan Amigdala

Tinuku
News KeSimpulan.com - Penurunan komunikasi antara pusat emosional dan eksekutif berkontribusi pada psikopat. Perbedaan otak menjelaskan perilaku antisosial.

Dibandingkan dengan kelompok non-psikopat 13 penjahat, kelompok 14 psikopat memiliki koneksi lemah antara wilayah otak bagian depan ventromedial prefrontal cortex (vmPFC) dan amigdala.

Penelitian sebelumnya mengisyaratkan link ini penting dalam regulasi emosi dan agresi.

Julian C. Motzkin, psikiater University of Wisconsin-Madison di Wisconsin, dan rekan menggunakan ponsel scan otak di sebuah penjara kelas menengah.

Psikopat menempati sel tersendiri karena tidak memiliki empati dan kecenderung berperilaku antisosial.

Para peneliti melakukan 2 jenis scan otak.

Pertama, mengukur kekuatan koneksi otak disebut white matter tracts yaitu bundel saraf yang berfungsi sebagai jalur bebas hambatan antar-jemput informasi di wilayah berbeda.

Kedua, menilai wilayah otak yang mengkoordinasi kegiatan, sementara para subjek melamun. Biasanya vmPFC dan amigdala bersama-sama. Tapi pada psikopat koordinasi lebih rendah.

Ahli saraf telah lama mengamati kerusakan di daerah ini. Orang membentuk ciri-ciri kepribadian psikopati termasuk kurang empati dan perilaku tidak bertanggung jawab.

"Laporan ini luar biasa mengintegrasikan apa yang kita ketahui tentang fungsi otak," kata Robert Hare, psikolog eksperimental University of British Columbia di Vancouver.

"Ini sesuai apa yang telah lama dicurigai dokter. Sekarang kita mendapatkan seluk-beluk nyata di sini," kata Hare.

Namun identifikasi berbeda dalam otak psikopat tidak sama dengan mencari tahu penyebab psikopati. Koneksi lemah bisa jadi produk beberapa faktor lingkungan atau genetik lainnya.

"Kita memiliki masalah ayam atau telur yang lebih dulu," kata Hare.
  1. Julian C. Motzkin (Department of Psychiatry, University of Wisconsin-Madison, Madison, Wisconsin 53719). Reduced Prefrontal Connectivity in Psychopathy. Journal of Neuroscience, September 21, 2011, DOI:10.1523/JNEUROSCI.4215-11.2011

Gambar : www.kabarindonesia.com
Tinuku Store