Wahana Kembar Voyager Konfirmasi Radiasi Lyman-alpha

Tinuku
News KeSimpulan.com - Di langit yang gaduh, Voyager mendeteksi kelahiran para bintang. Satu konfirmasi radiasi Lyman-alpha dari penyemaian bintang di Bima Sakti.

Jauh melampaui orbit Pluto, sebuah mimpi terwujud dari wahana kembar Voyager 1 dan 2 yang mendeteksi emisi ultraviolet. Satu konfirmasi jenis radiasi Lyman-alpha dari Bima Sakti di mana para bintang dilahirkan.

Temuan bukan kejutan tetapi penting karena membantu konfirmasi hipotesis lama tentang pembentukan bintang.

Emisi Lyman-alpha dihasilkan ketika cahaya ultraviolet memukul atom hidrogen netral, membelah menjadi proton dan elektron.

Ketika bergabung, mereka membentuk sebuah atom tereksitasi yang memancarkan panjang gelombang karakteristik ultraviolet disebut band Lyman-alpha.

Karena rahim bintang cenderung mengandung janin bintang panas, para astronom percaya emisi Lyman-alpha menandai pembentukan bintang galaksi secara intens.

"Radiasi ini jejak para muda, bintang panas terlahir," kata Rosine Lallement, astronom Paris Diderot University.

Sebelumnya tidak ada orang yang pernah melihat emisi Lyman-alpha di zona pembentukan bintang di Bima Sakti. Sistem Surya menarik hidrogen dari ruang antarbintang. Emisi Lyman-alpha memancar dengan arah acak sehingga menjadi kabut.

Teleskop darat dan orbit Bumi tidak mampu menembus. Emisi galaksi jauh hanya terlihat dari pergeseran galaksi sehingga emisi Lyman-alpha berubah menjadi frekuensi lain.

"Voyager melintasi batas wilayah seperti melihat lilin kecil di ruangan terang benderang," kata Lallement.

Duo Voyager diluncurkan tahun 1977. Hari ini keduanya mencapai zona kabut lokal atom hidrogen yang memenuhi medium antarbintang sehingga para astronom dapat melihat emisi Lyman-alpha dari dekat.

"Kami kenal sejak lama dan berharap Lyman-alpha," kata Bill Sandel, fisikawan ruang University of Arizona di Tucson.

"Ini pertama kali terdeteksi. Sekarang mencocokan teori dengan kenyataan dan apakah model pembentukan bintang sesuai atau tidak," kata Sandel.

Bahkan dalam jarak jauh antara Voyager dengan Matahari, 90% sinyal Lyman-alpha masih berasal dari hidrogen Matahari. Tapi galaksi berbeda.

"Ini pengukuran rapi," kata James Rhoads, astronom Arizona State University di Tempe, Arizona.

"Bima Sakti 100 hingga 1.000 kali lebih besar dari galaksi yang khas dipelajari di awal sejarah alam semesta dan galaksi ini membentuk bintang 10 kali lebih cepat dari Bima Sakti," kata Rhoads.
  1. Rosine Lallement (GEPI, Observatoire de Paris, CNRS, Université Paris Diderot, Place Jules Janssen, 92190, Meudon, France; LATMOS-IPSL, Université Versailles-St Quentin, Guyancourt, France) et.al. Voyager Measurements of Hydrogen Lyman-α Diffuse Emission from the Milky Way. Science, December 1 2011, DOI:10.1126/science.1197340
  2. Jeffrey L. Linsky (JILA, University of Colorado and National Institute for Science and Technology, Boulder, CO 80309-0440, USA) et.al. Voyagers of Discovery. Science, December 1 2011, DOI:10.1126/science.1200166

Rosine Lallement http://www.univ-paris-diderot.fr/
Bill Sandel http://www.lpl.arizona.edu/Support/faculty/faculty.php?nom=Sandel
James Rhoads http://sese.asu.edu/person/james-rhoads

Gambar : NASA

Tinuku Store