Jubah Waktu Sembunyikan Peristiwa di Lubang Waktu

Tinuku
News KeSimpulan.com - Time cloaking terbaru. Masker waktu baru jubah Harry Potter. Tim Cornell dan Pentagon membuat seluruh acara mustahil terlihat, sebuah masker waktu.

Anda petugas sekuriti dengan perangkat kamera pengintai? Namun Anda tidak melihat pencuri berjalan-jalan dan mengambil emas atau lukisan. Bahkan kamera tidak melihat, bukan hanya si pencuri yang tidak terlihat, seluruh aktivitas tidak terdeteksi.

Fisikawan di Cornell University dan DARPA melakukannya pada skala kecil, baik dalam kejadian maupun waktu. Ini terjadi begitu cepat bahkan sekejap mata.

Jubah waktu berlangsung dalam fraksi sangat kecil, sepersekian detik. Peneliti menyembunyikan sebuah peristiwa selama 40 trillionths dan melapor ke Nature.

Kita melihat peristiwa yang terjadi sebagai cahaya ketika mencapai mata kita. Arus cahaya kontinu. Namun demonstrasi baru, para ilmuwan mampu mengganggu aliran dalam sekejap.

Sebelumnya para ilmuwan membuat jubah tembus pandang dengan memindahkan cahaya dalam 3 dimensi. Namun tim Cornell tidak mengubah aliran cahaya tapi seberapa cepat bergerak. Berubah dalam dimensi waktu, bukan ruang.

Peneliti bermain-main dengan kecepatan berkas cahaya dimana kamera pengintai atau sinar laser keamanan tidak melihat peristiwa apaun yang terjadi. Sebuah cadar waktu yang membuat peristiwa tidak terdeteksi.

"Anda seperti membuat lubang di waktu di mana suatu peristiwa terjadi. Anda tidak tahu apa pun yang terjadi," kata Alexander Gaeta, fisikawan Cornell's School of Applied and Engineering Physics.

Permainan baru ini satu langkah menuju spatio-temporal cloaking yang menyembunyikan obyek dengan memanipulasi gelombang elektromagnetik di sekitarnya, menciptakan sebuah "lubang di ruang".
  1. Moti Fridman (School of Applied and Engineering Physics, Cornell University, Ithaca, New York 14853, USA) et.al. Demonstration of temporal cloaking. Nature, 481, 62–65, 04 January 2012, 10.1038/nature10695

Alexander Gaeta http://www.aep.cornell.edu/people/profile.cfm?netid=alg3

Gambar : AP Photo/Heather Deal/Cornell University

Tinuku Store