Kaki Gajah Memang Memiliki Enam Jari Tambahan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Gajah mendapat kembali jari keenam. Terkubur di bawah kulit kasar kaki gajah terletak salah satu misteri yang tidak dihargai anatomi yaitu 6 jari.

Tiga ratus tahun lalu, ahli bedah mengklaim 6 jari kaki gajah, bukan 5 biasanya. Muncul perdebatan apakah digit ekstra ini benar-benar mungkin. Anatomi modern mengejek klaim tersebut, bukan bersikeras bahwa ujung ekstra benar-benar tulang rawan.

"Kaki gajah terlihat menipu," kata Matthew Vickaryous, morfolog vertebrata University of Guelph di Kanada.

"Struktur unik kaki jelas harus dianggap sebagai inovasi kunci," kata Vickaryous.

Sekarang sebuah penelitian memberi skor kaki gajah bahwa benjolan benar-benar berubah menjadi tulang.

Digit jari seperti ibu jari palsu pada panda. Tapi tetap mendukung lingkar perkasa hewan berkulit tebal tersebut.

Tambahan jempol pada panda menjadi contoh evolusi terkenal. Jempol terlihat hanya sisa jari-jari dan bersama-sama membentuk satu kaki dengan 5 cakar. Tapi panda agak berlawanan di bagian tepi dalam kaki yang membantu menggengam bambu.

"Jempol" ini benar-benar hanya sesamoid, sedikit tulang yang biasanya bentuk tendon dan ligamen sendi. Tapi di panda, sesamoid pada dasar luar ibu jari yang membesar, mengambil digit seperti membantu hewan makan lebih efisien.

John Hutchinson, biomekanikawan evolusi Royal Veterinary College di Inggris, bertanya-tanya apakah hal serupa terjadi di kaki gajah. Computed tomography (CT) scan menggunakan x-ray untuk mendapatkan gambar 3D.

Benjolan bisa sepanjang 15 cm dan lebar 6 cm, benar-benar bisa bekerja seperti jari kaki. Posisi yang sama seperti ibu jari panda tapi tertanam dalam jaringan bantalan lemak.

Meskipun tidak terlihat, kaki gajah nyata berorientasi agak vertikal sehingga hewan tersebut sebenarnya berjalan berjingkat-jingkat dengan pergelangan tangan dan tumit terhadap tanah.

Ujung ekstra tampak terlalu tinggi dari tanah untuk menanggung berat. Namun pencitraan CT scan tambahan, Hutchinson menunjukkan ujung jari palsu juga menopang berat badan.

"Digit ekstra melakukan perubahan posisi dan kontak dengan tanah," kata Elizabeth Brainerd, morfolog fungsional Brown University.

Untuk melacak evolusi jari kaki ekstra, Hutchinson melakukan CT scan kaki tapir dan fosil gajah terakhir. Tidak ada bukti fosil kaki ekstra dalam 50 juta tahun terkahir yang tampaknya berjalan di tanah datar tidak meninggalkan ruang bagi jari kaki keenam.

Kemungkinan hewan menghabiskan sebagian besar waktu dalam air. Tapi 40 juta tahun lalu, fosil-fosil lebih baru memiliki tanda-tanda jari keenam. Hari ini gajah semakin besar dan lebih banyak di darat. Kaki berubah untuk lebih mendukung berat badan dengan perluasan bantalan lemak.

"Bentuk tubuh raksasa memerlukan adaptasi inovatif untuk mengatasi peningkatan massa tubuh," kata Vickaryous.

Para peneliti sedang menyelidiki apakah hewan besar lain seperti dinosaurus sauropoda, memiliki inovasi sama. Banyak ilmuwan berpikir studi anatomi melewati masa jayanya. Tapi itu tidak benar, kata Marcelo Sanchez, morfolog evolusi University of Zurich di Swiss.

"Bahkan hewan terkenal seperti gajah dapat menjadi subyek menarik, temuan baru, studi yang memberikan wawasan besar evolusi," kata Sanchez.
  1. John R. Hutchinson (Department of Veterinary Basic Sciences and Structure and Motion Laboratory, The Royal Veterinary College, Hatfield AL9 7TA and London NW1 0TU, UK) et.al. From Flat Foot to Fat Foot: Structure, Ontogeny, Function, and Evolution of Elephant “Sixth Toes”. Science, 23 December 2011: Vol.334 no.6063 pp.1699-1703, DOI:10.1126/science.1211437

Matthew Vickaryous http://www.ovc.uoguelph.ca/biom/faculty/mvickary.shtml
John Hutchinson http://www.rvc.ac.uk/staff/jhutchinson.cfm
Elizabeth Brainerd http://www.brown.edu/Departments/EEB/brainerd/index.htm
Marcelo Sanchez http://www.pim.uzh.ch/institut/mitarbeitende/index.php?show=34

Gambar : John R. Hutchinson

Tinuku Store