Kalenderisasi Waktu Gregorian Butuh Reformasi Total

Tinuku
News KeSimpulan.com - Waktu butuh reformasi? Ilmuwan mengatakan kalender membutuhkan perbaikan serius. Para peneliti menemukan cara membuat waktu harmonis permanen.

Aktivitas di dunia duduk di atas rezim waktu maka kalender harus sinkron setiap tahun. Siklus musim di Bumi mengitari Matahari. Detik demi detik tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Harus tepat.

Richard Conn Henry, astrofisikawan Krieger School of Arts and Sciences, dan Steve H. Hanke, ekonom Whiting School of Engineering, memberi solusi.

Mereka membangun program komputer dan matematika untuk menciptakan kalender di mana setiap hari dalam 12 bulan selalu identik dan tetap setiap tahun.

Misalnya jika Natal jatuh pada hari Minggu di tahun 2012 maka akan jatuh pada hari Minggu juga pada tahun 2013, 2014 dan seterusnya.

Selain itu, 30 hari pada September, April, Juni dan November tidak lagi berlaku karena September memiliki 31 hari seperti halnya Maret, Juni dan Desember. Semua sisanya memiliki 30.

"Rencana kami menawarkan kalender mutlak stabil identik dari tahun ke tahun yang memungkinkan perencanaan permanen dan rasional untuk kegiatan tahunan sekolah," kata Henry.

"Pikirkan berapa banyak waktu dan usaha yang dikeluarkan setiap tahun ketika harus menjadwal ulang setiap aktivitas di dunia dan kalender kami membuat hidup jauh lebih sederhana," kata Henry.

Anda pun menjadi lebih nyaman merencanakan hari ulang tahun yang jatuh pada hari yang sama setiap tahun. Namun manfaat ekonomi bahkan lebih drastis.

"Kalender kami menyederhanakan perhitungan keuangan dan menghilangkan apa yang kita sebut the rip off factor. Menentukan berapa banyak bunga hipotek, obligasi, perjanjian, swap dan lain-lain. Kalender saat ini penuh dengan anomali," kata Hanke.

"Kalender kami tetap memiliki pola kuartal 91 hari dari 2 bulan 30 hari dan bulan ketiga 31 hari," kata Hanke.

"Upaya reformasi kalender telah gagal di masa lalu karena siklus 7 hari dalam seminggu karena Perintah Keempat Tuhan tentang Hari Sabat. Versi kami tidak pernah istirahat," kata Henry.

Henry mengatakan versi timnya jauh lebih nyaman, rasional dan lebih mudah digunakan daripada kalender Gregorian yang berlaku sejak 1582 ketika Paus Gregorius mengubah kalender Julius Caesar yang sudah berlaku sejak 46 SM.

Tim Paus menghapus 11 hari kalender pada bulan Oktober sehingga dari 4 Oktober meloncat ke 15 Oktober. Perubahan ini menyebabkan masalah pelik. Fakta setiap tahun di Bumi adalah 365,2422 hari.

Hanke dan Henry berurusan dengan "diskon" ekstra hari dengan menjatuhkan tahun kabisat sepenuhnya dalam mendukung 1 minggu ekstra ditambahkan pada akhir Desember setiap 5 atau 6 tahun. Hal ini memberi kalender sinkron dengan siklus musim Bumi mengitari Matahari.

Selain itu Hanke dan Henry mengusulkan penghapusan zona waktu dunia dan adopsi "Universal Time" dalam rangka sinkronisasi tanggal dan waktu di seluruh dunia.

Informasi lanjut :

http://henry.pha.jhu.edu/calendar.html
http://www.cato.org/pub_display.php?pub_id=13940
Tinuku Store