Rhesus Chimera dari Sel Embrio Enam genetik Berbeda

Tinuku
News KeSimpulan.com - Chimero, Roku dan Hex lahir sehat, tiga monyet campuran genetik. Cinta menunjukkan sel-sel induk mungkin kurang potensial dari harapan.

Untuk pertama kali, para ilmuwan menciptakan primata dengan sel yang membawa satu set instruksi beberapa genetik. Tiga monyet rhesus chimera menjadi konglomerasi dari sel embrio enam genetik yang berbeda.

Menciptakan monyet chimera jauh lebih sulit dibanding tikus. Sel induk embrio primata termasuk manusia mungkin kurang fleksibel dibanding rekan-rekan tikus.

Namun hasil ini memiliki implikasi bagi terapi regeneratif dengan menciptakan organ-organ dan sel pengganti sel induk.

Beberapa kalangan khawatir ilmuwan sel induk embrionik secara tidak sengaja menumbuhkan janin manusia di laboratorium.

Namun studi baru mungkin tidak akan terjadi, kata Gerald Schatten, biolog perkembangan University of Pittsburgh School of Medicine.

Selama ini para peneliti mengalami beberapa kendala yaitu sel induk cenderung menjadi liar, tumor atau tumbuh menjadi jenis sel yang salah ketika ditanam pada pasien.

"Ini seperti segel pengaman alam," kata Schatten.

Para peneliti bekerja dengan sel induk dengan menciptakan chimera sebagai standar emas untuk menunjukkan sel induk embrionik terisolasi benar-benar memiliki potensi menghasilkan salah satu dari banyak jenis sel tubuh.

Karena tidak ada yang pernah membuat primata chimerik sebelumnya maka sel-sel manusia dan monyet yang mampu menjelma menjadi semua jenis sel telah banyak terkendala.

"Sejauh ini kami hanya bisa menduga," kata Shoukhrat Mitalipov, biolog seluler Oregon Health & Science University di Beaverton melapor ke Cell.

Tapi Mitalipov dan rekan menempatkan sel-sel monyet rhesus untuk menguji berapa banyak sel induk embrio primata benar-benar memiliki berpotensial. Para ilmuwan menambahkan sel induk embrionik rekayasa untuk membawa protein ke tahap awal embrio disebut blastocyst.

Blastokista adalah bola sel, bagian luar menjadi plasenta dan jaringan pendukung lainnya, sementara sel-sel induk embrionik berkambang menjadi janin yang sesungguhnya.

Dalam eksperimen baru, tim menemukan baik sel-sel induk embrionik yang telah tumbuh di laboratorium maupun yang baru dipanen bisa menggabungkan diri untuk berkembang menjadi janin primata.

"Mungkin menunjukkan apa yang kita kertahu selama ini tidak seperti yang kita pikirkan," kata Mitalipov.

Untuk membuat hewan chimerik harus mengambil langkah mundur dari tahap blastokista ke embrio pada tahap keempat pertumbuhan sel. Tim menggabungkan bersama-sama hingga 6 dari 4 sel tahap embrio.

Tiga monyet bernama Chimero, Roku dan Hex (Yunani selama enam) semuanya normal dan sehat. Karena sel induk monyet rhesus berperilaku sangat mirip sel induk embrionik manusia, peneliti berpikir temuan dapat diekstrapolasi pada sel manusia.

"Tapi mungkin ini rhesus spesifik," kata Mitalipov.

Tim berharap membuat primata chimerik lainnya. Kita nantikan selanjutnya.
  1. Masahito Tachibana (Oregon National Primate Research Center, Oregon Health & Science University, 505 N.W. 185th Avenue, Beaverton, OR 97006, USA) et.al. Generation of Chimeric Rhesus Monkeys. Cell, 05 January 2012, DOI:10.1016/j.cell.2011.12.007

Shoukhrat Mitalipov http://www.ohsu.edu/xd/research/centers-institutes/stem-cell-center/labs/mitalipov-lab/index.cfm

Gambar : Oregon Health & Science University

Tinuku Store