Satelit Death Star di Star Wars Bisa Musnahkan Planet

Tinuku
News KeSimpulan.com - Mungkinkah 'Death Star' benar-benar menghancurkan planet? Adegan terkenal di Star Wars ketika Death Star memusnahkan planet Alderaan.

Para penggemar Sci-Fi nongkrong larut malam sambil minum kopi memacu argumen tak terkecuali seorang peneliti University of Leicester yang bertanya: Bisakah stasiun seukuran Lunar dalam pertempuran menghasilkan energi cukup untuk menghancurkan sebuah planet seukuran Bumi?

David Boulderston dari University of Leicester berusaha untuk menghitung.

Di Star Wars, DS-1 Orbital Battle Station atau Death Star seukuran Lunar dirancang untuk menebar ketakutan di seluruh galaksi.

Death Star di Star Wars Episode IV: A New Hope (1977) memiliki superlaser yang mampu menghancurkan planet dalam ledakan tunggal.

Boulderston berasumsi, pertama, Alderaan tidak memiliki perisai planet semacam deflektor, kedua, kepadatan dan interior planet diabaikan. Menggunakan model lingkup massa dan diameter Bumi dapat untuk menentukan energi gravitasi Alderaan dengan persamaan sederhana:

U = 3GMp2
-------------
5Rp

Di mana G adalah konstanta gravitasi (6,673x10-11), Mp adalah massa planet, dan Rp adalah jari-jari planet. Menggunakan massa Bumi dan jari-jari, energi yang dibutuhkan 2,25x1032 Joule. Menggunakan data Jupiter, energi yang dibutuhkan naik menjadi 2x1036 Joule.

Boulderston menegaskan Death Star didukung oleh reaktor 'hypermatter' dengan output energi beberapa bintang urutan utama. Mengingat output daya Matahari adalah sekitar 3x1026 Joule per detik, maka asumsi reaktor Death Star bisa memiliki kekuatan superlaser.

Boulderstone menyimpulkan Death Star memang bisa menghancurkan planet seukuran Bumi. Namun untuk menghancurkan planet seukuran Jupiter menjadi tantangan berat.

Jadi Kekaisaran Galactik perlu segera mengeluarkan Perpu untuk membangun penangkal laser atau segera mengungsi ke planet Jupiter yang lebih besar sebelum Death Star benar-benar datang.

Makalah Boulderston bisa diunduh di sini :
https://physics.le.ac.uk/journals/index.php/pst/article/view/328/195
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment