Elsevier Mundur Tapi Boikot Peneliti Jalan Terus

Tinuku
News KeSimpulan.com - Meskipun Elsevier mencabut dukungan Anti-Open Access Bill, pemboikotan para peneliti terhadap penerbit jurnal tersebut tetap berlanjut.

Raksasa penerbitan Elsevier menarik dukungannya terhadap RUU Research Works Act yang akan menghapus persyaratan kewajiban penelitian ilmiah yang didanai pemerintah harus dipublikasikan di jurnal akses terbuka atau open access journal.

Elsevier adalah pendukung utama RUU Research Works Act diusung oleh anggota dewan Amerika Serikat Darrell Issa (R-CA) dan Carolyn Maloney (D-NY).

Sebelumnya lebih dari 7500 matematikawan dan peneliti lain membuat petisi untuk memboikot Elsevier yang diinisiasi Timothy Gowers, matematikawan Cambridge University.

Elsevier mengurangi jumlah artikel open acces dan dinilai memasang tarif terlalu mahal sehingga laporan para peneliti sulit dijangkau publik.

"Kita tidak lagi meminta layanan, tidak lagi menulis artikel, review dan mengirimkan ke jurnal Elsevier," kata Danny Kingsley dari Australian National University's Centre for the Public Awareness of Science.

Tom Reller, juru bicara Elsevier, mengatakan perusahaan masih menentang mandat pemerintah yang kaku mengenai penerbitan ilmu pengetahuan tetapi berharap bahwa penarikan dukungan RUU Research Works Act dapat memadamkan beberapa keluhan.

"Kami tidak selalu berpikir ini akan mengakhiri boikot atau apa, tapi mudah-mudahan membuat sedikit tenang sehingga kami bisa kembali dialog dengan lembaga donor, baik nirlaba dan pemerintah," kata Reller.

Tetapi pemboikotan tidak mengubah posisi mereka berdasarkan langkah Elsevier terbaru. Joel Adamson, biolog University of North Carolina, mengatakan keputusan perusahaan itu disambut, tapi tidak dapat mencegah pemboikotan.

"Tapi tidak menyelesaikan apa yang saya sebut solusi nyata untuk masalah ini," kata Adamson.

Elsevier sangat mirip dengan penerbit ilmiah lain seperti Wiley-Blackwell, Taylor & Francis dan Springer. Elsevier berbasis di Belanda dan menerbitkan 250.000 artikel setahun serta memiliki arsip berisi 7 juta publikasi. Pada tahun 2010, Elsevier mencatat US$1,6 miliar untuk marjin laba usaha dari 36 persen.

Brett Abrahams, genetikawan Albert Einstein College of Medicine, mengatakan Elsevier telah mengambil posisi keterlaluan dan sekarang sedikit mundur.

"Jika Elsevier ingin menurunkan harga 75 persen di seluruh papan harga dan menyediakan akses terbuka, saya akan menyanyi dan menari bagi mereka," kata Abrahams.
Petisi Boikot Elsevier http://thecostofknowledge.com/
Statement Elsevier http://www.elsevier.com/wps/find/intro.cws_home/newmessagerwa
Statement Issa-Maloney http://maloney.house.gov/press-release/issa-maloney-statement-research-works-act

Timothy Gowers http://www.dpmms.cam.ac.uk/~wtg10/
Danny Kingsley http://cpas.anu.edu.au/person/dr-danny-kingsley
Joel Adamson http://adamsonj.ninth.su/
Brett Abrahams http://www.einstein.yu.edu/home/faculty/profile.asp?id=12213

Gambar : http://jeps.efpsa.org/blog/

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment