Kambing Capra hircus Belajar Logat Berbeda

Tinuku
News KeSimpulan.com - Meskipun Anda berdarah Batak atau Ambon, jika dibesarkan di Sumenep maka Anda tetap berlogat Madura. Kambing juga melakukannya.

Kambing Capra hircus muda mengembangkan logat berbeda. Mereka belajar aksen baru ketika bersosialisasi dengan anak-anak lain. Ini mengejutkan karena suara mamalia dianggap terlalu primitif untuk munculnya variasi halus yang dipelajari.

Kecuali manusia, kelelawar dan cetacea, meskipun burung pekicau, beo dan kolibri dengan kemampuan legendaris belajar bernyanyi atau mimikri.

Sekarang, kambing telah bergabung klub.

"Ini ungulata pertama yang menunjukkan bukti," kata Alan McElligott, linguisian vokal Queen Mary, University of London.

McElligott dan Elodie Briefer, psikoeksperimentalis mengamati 23 anak-anak yang baru lahir. Untuk mengurangi efek genetika, semua dilahirkan dari ayah yang sama tapi dari beberapa ibu sehingga campuran saudara penuh plus setengah saudara.

Peneliti membolehkan anak-anak tetap dekat dengan ibu hingga umur 1 minggu dan suara direkam. Lalu 23 anak-anak ini dibagi secara random menjadi 4 kelompok. Ketika semua berumur 5 minggu. Suara direkam kembali.

"Kami memiliki 10 hingga 15 panggilan per anak untuk dianalisis," kata McElligott.

Panggilan jelas berbeda dengan telinga manusia, tetapi analisis lengkap memilih variasi lebih halus dengan 23 parameter akustik. Hasilnya, setiap kelompok mengembangkan logat khas tersendiri.

"Ini membantu kohesi kelompok. Orang-orang menggangap tidak terjadi dalam kebanyakan mamalia, tapi mudah-mudahan sekarang mereka check it out pada orang lain. Saya tidak terkejut jika ditemukan pada ungulata dan mamalia lainnya," kata McElligott.

Erich Jarvis, neurobiolog Duke University Medical Center di Durham, North Carolina, mengatakan laporan konsisten dengan hasil penelitiannya bahwa belajar vokal adalah fitur yang dimiliki banyak spesies.

"Saya menyebut ini contoh limited vocal learning yang melibatkan modifikasi innately specified learning sebagai lawan dari complex vocal learning yang melibatkan peniruan suara yang sama sekali baru." kata Jarvis.
  1. Elodie F. Briefer dan Alan G. McElligott (Queen Mary University of London, Biological and Experimental Psychology Group, School of Biological and Chemical Sciences). Social effects on vocal ontogeny in an ungulate, the goat, Capra hircus. Animal Behaviour, 16 February 2012, 16 February 2012, DOI:10.1016/j.anbehav.2012.01.020

Alan McElligott http://www.sbcs.qmul.ac.uk/staff/alanmcelligott.html
Elodie Briefer http://www.sbcs.qmul.ac.uk/staff/elodiebriefer.html
Erich Jarvis http://www.jarvislab.net/

Gambar : Elodie Briefer http://elodiebriefer.blogspot.com/

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment