Kode Ultrasonik Tarsisius Filipina Tarsius syrichta

Tinuku
News KeSimpulan.com - Primata kecil seukuran kepalan tangan manusia, Tarsisius Filipina (Tarsius syrichta) berkomunikasi dalam percakapan rahasia.

Primata nokturnal penghuni pohon, Tarsisius Filipina (Tarsius syrichta), mengirim pesan menggunakan kode suara ultrasonik. Pancaran melengking jauh di atas jangkauan vokal setiap predator yang berusaha menguping. Gelombang ultrasonik berjalan cepat sehingga sulit bagi hewan menentukan lokasi sumber suara.

Meskipun hewan bermata besar ini sering membuka mulut seperti menguap, Anda tidak akan tahu apa yang diobrolkan.

Karena penasaran Marissa Ramsier, antropolog di Humboldt State University di Arcata, California, membawa mikrofon.

"Philippine tarsiers sering dianggap hewan tenang. Tapi mereka berteriak dan kita tidak tahu," kata Ramsier.

Frekuensi dominan ultrasonik Tarsisius Filipina 70 kilohertz, tertinggi tercatat untuk setiap mamalia terestrial. Mereka dapat mendengar sampai 91 kHz, jauh melampaui batas 20 kHz pendengaran manusia. Ikan paus, lumba-lumba, kucing, kelelawar dan tikus adalah mamalia lain berkomunikasi dengan cara ini.

Kode rahasia memperingatkan teman-teman dari predator seperti kadal, ular dan burung yang tidak dapat mendeteksi frekuensi tersebut. Meskipun bakat tersembunyi tarsisius mungkin unik, studi masa depan bisa mengungkap banyak primata.

"Banyak primatolog mengamati perilaku bisu mulut terbuka. Mungkin vokalisasi ultrasonik," kata Ramsier.
  1. Marissa A. Ramsier (Department of Anthropology, Humboldt State University, Arcata, CA 95521, USA) et.al. Primate communication in the pure ultrasound. Biology Letters, February 8, 2012, DOI:10.1098/rsbl.2011.1149

Gambar : Tarsius Project http://www.tarsiusproject.org
Audio : Marissa A. Ramsier et.al., Biology Letters, DOI:10.1098/rsbl.2011.1149
Video : KeSimpulan http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment