Sel Induk dalam Ovarium Produksi Oosit Manusia

Tinuku
News KeSimpulan.com - Telur dapat dibuat di sepanjang masa kehidupan. Temuan baru sel induk dalam ovarium manusia menjungkirbalikkan dogma.

Pria menghasilkan sperma sepanjang hidup, sedangkan perempuan dilahirkan dengan semua sel telur atau oosit dan tidak akan memproduksi lagi. Laporan baru paling mutakhir, sebuah tipe baru sel induk ditemukan dalam ovarium. Kabar besar bagi wanita untuk terapi kesuburan, pemulihan pasca kanker dan bahkan metode untuk menunda menopause.

Sejak tahun 1950 literatur biologi reproduksi mamalia berpikir produksi telur berakhir ketika usia baya

Bayi perempuan lahir dengan 400.000 oosit. Pada masa pubertas jumlah oosit matang sekitar 1000 per siklus menstruasi.

Ketika pasokan oosit menurun maka fase menopause dimulai.

Tetapi pada tahun 2004 Jonathan Tilly, biolog Massachusetts General Hospital di Boston, menantang pemikiran tersebut.

Sel-sel induk pada tikus memiliki sumber renewable telur baru dan setiap siklus menstruasi tetap melimpah seumur hidup. Telur baru mungkin dari sel induk tak dikenal dan harus datang dari suatu tempat. Bagaimanapun peneliti lain skeptis.

Pada tahun 2009 Ji Wu, biolog Shanghai Jiao Tong University, dan rekan mengisolasi "female germline stem cells" dari ovarium tikus dewasa. Untuk membuktikan, tim bahkan merekayasa gen sel induk putatif agar memproduksi green fluorescent protein (GFP) dan disuntik ke ovarium tikus steril.

Setelah terapi tikus melahirkan anak yang bersinar hijau. Bukti bahwa sel yang didonorkan menghasilkan oosit matang. Bagaimanapun tidak jelas bagaimana mekanisme yang terjadi.

Sekarang Tilly dan rekan melaporkan penerapan metode Wu pada jaringan ovarium manusia. Jaringan ovarium diperoleh dari 6 wanita sehat berumur 22-33 yang menjalani operasi pengantian kelamin di Saitama Medical Center, Jepang.

Tilly menyebut oogonial stem cells (OSCs) yang sangat langka karena terjadi hanya 1/10.000 sel ovarium. OSCs tumbuh dengan cepat di laboratorium. Dalam kondisi tertentu secara spontan terbentuk seperti menyerupai sel-sel oosit.

Untuk memastikan sel-sel berperilaku dalam ovarium, tim menyuntik OSCs untuk membuat GFP pada jaringan ovarium manusia yang ditanam di bawah jaringan kulit tikus. Ketika cangkokan berumur 1-2 minggu kemudian, folikel struktur telur subur berkembang dengan oosit hijau di pusat.

"Ini seperti mencari bakteri di atas sebuah planet baru," kata Kutluk Oktay, biolog reproduksi New York Medical College di Valhalla.

Tilly telah memegang paten pada sel induk telur manusia dan mulai dengan sebuah perusahaan biotek untuk mengeksplorasi temuan. Kini mereka sedang mengusahakan untuk eksperimen fertilisasi in vitro.
  1. Yvonne A R White (Vincent Center for Reproductive Biology, Massachusetts General Hospital Vincent Department of Obstetrics and Gynecology, Massachusetts General Hospital, Boston, Massachusetts, USA; Department of Obstetrics, Gynecology and Reproductive Biology, Harvard Medical School, Boston, Massachusetts, USA) et.al. Oocyte formation by mitotically active germ cells purified from ovaries of reproductive-age women. Nature Medicine, 26 February 2012, DOI:10.1038/nm.2669

Jonathan Tilly http://www.massgeneral.org/vcrb/staff/Tilly.aspx
Ji Wu http://life.sjtu.edu.cn/english/index.php?option=com_content&view=article&id=133
Kutluk Oktay http://www.nymc.edu/People/Kutluk.Oktay/index.html

Video : NatureVideoChannel http://www.youtube.com/user/NatureVideoChannel


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment