Gandum Hibrida Tahan Garam

Tinuku
News KeSimpulan.com - Gandum hibrida tahan garam. Pertama kalinya, tim peneliti telah memprogram gandum tahan garam sebagai solusi mengatasi masalah irigasi.

Garam menjadi masalah di lahan sawah irigasi dengan substrat 30 persen pangan dunia. Air irigasi berisi deposit garam langsung di tanah dan resapan. Tanaman biji-bijian sulit berkembang karena natrium dalam air tanah dibawa dari akar ke daun menghambat fotosintesis.

Add caption
Petani di negara semi-kering seperti Australia harus menambah ongkos irigasi sekitar US$12 miliar per tahun.

"Salinitas adalah masalah gandum di Australia, eksportir gandum terbesar kedua setelah Amerika Serikat," kata Matthew Gilliham, botanis University of Adelaide.

"Tanaman tahan garam menjadi program penting untuk memastikan ketahanan pangan masa depan."

Para peneliti telah mencoba selama bertahun-tahun membangun varietas tahan garam di laboratorium, tapi uji coba di lapangan selalu gagal.

Sekarang gen strain baru yang bertanggung jawab untuk toleransi garam diambil dari leluhur tanaman gandum modern.

Gen di Gandum Einkorn (Triticum Monococcum) yaitu nenek moyang gandum modern yang tumbuh di air asin. Gen yang disebut TmHKT1:5-A bertanggung jawab atas sifat tahan garam. Pompa seluler yang menarik natrium keluar dari air ketika menuju daun dan disekap dalam sel akar.

Tim mengambil gen Einkorn ke Gandum Durum modern (Triticum turgidum) yang digunakan untuk membuat pasta. Gandum Roti (Triticum aestivum) secara alami lebih tahan garam, tapi bukti awal menunjukkan implan gen einkorn juga membantu menurunkan garam.

"Butuh 15 tahun untuk mengembangkan gandum ini tanpa menggunakan rekayasa genetika."
  1. Rana Munns (CSIRO Plant Industry, Canberra, Australian Capital Territory, Australia; School of Plant Biology, University of Western Australia, Crawley, Western Australia, Australia) et.al. Wheat grain yield on saline soils is improved by an ancestral Na+ transporter gene. Nature Biotechnology, 11 March 2012, DOI:10.1038/nbt.2120

Matthew Gilliham http://www.adelaide.edu.au/directory/matthew.gilliham

Gambar : CSIRO

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment