Laporan Dua Strain Mutan Flu Burung H5N1

Tinuku
News KeSimpulan.com - Laporan kontroversial dua strain mutan flu burung H5N1 dapat menular antar mamalia terus memicu kobaran api di kalangan ilmiah.

Dua tim peneliti yaitu Ron Fouchier dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, dan Yoshihiro Kawaoka dari University of Wisconsin-Madison, membuat strain mutan flu burung H5N1. Strain laboratorium ini lebih mematikan dan lebih mudah menular antar mamalia dibanding strain virus liar. Laporan mereka memicu perdebatan sengit.

Ada dua kubu. Pertama tentang kebebasan ilmiah dan kedua tentang keamanan dan bioterorisme.

Voting 23 anggota US National Science Advisory Board for Biosecurity (NSABB) merekomendasikan kedua tim menghapus laporan mereka di jurnal Science dan Nature.

Para peneliti dan jurnal setuju mengikuti rekomendasi NSABB asalkan pemerintah AS memberi rincian mekanisme win-win solution.

Keputusan memicu reaksi. Beberapa ilmuwan mengatakan tentang kekebasan ilmiah dan lain-lain mengatakan bahwa penelitian seperti ini seharusnya tidak dilakukan.

Januari lalu, para peneliti flu termasuk Fouchier dan Kawaoka mengumumkan moratorium 60 hari pada berbagai jenis studi yang melibatkan virus untuk meredakan ketegangan dan kepedulian publik serta memberikan waktu untuk diskusi internasional.

Bulan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membentuk tim untuk mempelajari kedua laporan flu. Lebih dari 22 WHO menolak rekomendasi NSABB dan berpendapat bahwa laporan harus diterbitkan secara penuh untuk kepentingan publik.
NSABB http://oba.od.nih.gov/biosecurity/about_nsabb.html
WHO http://www.sciencemag.org/content/335/6071/899.summary

Video : NatureVideoChannel http://www.youtube.com/user/NatureVideoChannel


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment