Pukulan Kuno Hamburan Magnetosasi Lunar

Tinuku
News KeSimpulan.com - Dampak kuno dapat menjelaskan misteri magnet Lunar. Anomali di dekat kawah membingungkan karena batuan tidak dapat merekam medan magnet.

Sebuah batu selebar 5 kali kota London meluncur di ruang dan memukul kutub selatan Lunar. Permukaan menjadi lautan batuan cair. Dalam sekejap, batuan kaya logam meleleh juga. Koktail berhamburan menjadi awan. Langit Lunar gelap gulita.

Sebagian besar jatuh kembali ke bawah di dekat lokasi dampak, beberapa menguap menjadi awan plasma.

Ketika kekacauan mereda, bekas luka hantaman menjadi kawah terbesar dalam objek di Tata Surya.

Cekungan South Pole-Aitken membentang seperempat lingkar Lunar. Ratusan daerah magnetosasi dikelilingi padang pasir luas.

Diameter 2.200 kilometer atau 10 kali kawah dampak asteroid yang membunuh dinosaurus di Bumi 65 juta tahun lalu.

Sekarang tampaknya sisa-sisa cipratan dapat menjelaskan salah satu misteri terbesar Lunar. Mengapa hanya wilayah tertentu kerak Lunar termagnetosasi.

"Fakta bahwa Lunar menghasilkan anomali medan magnet tampaknya sulit untuk dijelaskan kecuali ada semacam debu peri eksotis yang ditaburkan di atasnya," kata Ben Weiss, planetolog Massachusetts Institute of Technology.

Kerak Bumi sebagian besar terdiri dari anorthosite, batu langka yang terbentuk ketika aluminium kaya mineral mengapung ke atas kubangan lava. Logam lain seperti zat besi jauh mudah termagnetosasi tetapi elemen yang lebih berat ke pusat di awal pembentukannya, ketika Lunar masih cair setelah penciptaan dalam tabrakan antara Bumi dengan objek seukuran Mars.

Weiss bersama Mark Wieczorek, fisikawan Paris Diderot University di Perancis, dan rekan, menunjukkan debu termagnetosasi Lunar berasal dari batuan ruang selebar 200 kilometer yang mencungkil cekungan Kutub Selatan-Aitken.
  1. Mark A. Wieczorek (Institut de Physique du Globe de Paris, Université Paris Diderot, 94100 Saint-Maur des Fossés, France) et.al. An Impactor Origin for Lunar Magnetic Anomalies. Science 9 March 2012: Vol.335 no.6073 pp.1212-1215, DOI: 10.1126/science.1214773

Ben Weiss http://eapsweb.mit.edu/people/bpweiss

Gambar : Science/AAAS

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment