Stem Sel Manusia Kurangi Parkinson

Tinuku
News KeSimpulan.com - Implan stem sel menurunkan gejala Parkinson pada monyet. Sel induk embrionik manusia ditanam ke dalam otak monyet, terapi Parkinson.

Sebuah tim peneliti di Jepang mentransplantasi sel induk embrionik manusia (human embryonic stem cells atau hESCs) ke dalam otak 4 primata lain yang menderita penyakit Parkinson. Gejala menunjukkan penurunan.

Keempat monyet memiliki symtom klasik penyakit Parkinson seperti gemetar keras di kaki dan tidak dapat mengontrol tubuh.

Tapi mereka mulai menunjukkan perbaikan dalam kontrol motor setelah 3 bulan menerima transplantasi.

6 bulan kemudian, mereka semua mampu berjalan di sekitar kandang.

Parkinson adalah penyakit neurologis progresif terkait penurunan produksi dopamin di otak.

Saat ini tidak ada solusi medis untuk menjembatani neurotransmitter ini. Dokter hanya mampu menaikkan dosis resep, selebihnya angkat tangan dengan tertib. Kondisi paling umum terjadi pada orang tua. Michael J. Fox dan Muhammad Ali salah satunya.

Sekitar 35 persen sel induk tumbuh menjadi sel neuron dopamin dengan sekitar 10 persen tetap aktif setelah 1 tahun. Efektivitas terapi dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel neuron dopamin menjadi 70 persen.

"Tantangan penelitian sebelumnya adalah meningkatkan jumlah sel neuron dopamin dan mencegah sel berubah menjadi tumor," kata Jun Takahashi, biolog Kyoto University, melapor ke Stem Cells.

Tim Takahashi sejauh ini telah menggunakan hESCs yang diambil dari janin, tapi kemungkinan akan beralih ke Induced Pluripotent Stem cells (hIPSCs) yang dibuat dari kulit manusia untuk uji klinis. Sel induk embrio manusia sebagai pengobatan kanker dan penyakit degeneratif menawarkan solusi besar.
  1. Daisuke Doi (Department of Biological Repair, Institute for Frontier Medical Sciences, Kyoto University, Kyoto, Japan; Department of Cell Growth and Differentiation, Center for iPS Cell Research and Application, Kyoto University, Kyoto, Japan; Department of Neurosurgery, Clinical Neuroscience, Kyoto University Graduate School of Medicine, Kyoto, Japan) et.al. Prolonged Maturation Culture Favors a Reduction in the Tumorigenicity and the Dopaminergic Function of Human ESC-Derived Neural Cells in a Primate Model of Parkinson's Disease. Stem Cells, 10 Feb 2012, DOI:10.1002/stem.1060

Jun Takahashi http://www.cira.kyoto-u.ac.jp/e/research/takahashi_summary.html

Gambar : CiRA Kyoto University

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment