Mega Dinosaurus Berbulu Yutyrannus huali

Tinuku
News KeSimpulan.com - Ternyata Tyrannosaurus rex aka T. Rex memiliki sepupu lain, Yutyrannus huali, berbulu. Spesies dinosaurus baru berbulu dari China.

Kembali ke periode Cretaceous, Yutyrannus huali terpahat di batuan berdating 125 juta tahun, sisa-sisa spesies baru dinosaurus berbulu dengan bobot ekstensif sekitar 1,4 metrik ton dan membentang 9 meter dari ujung hidung hingga ujung ekor.

Ini adalah Mega berbulu (bukan mpok Mega wati yang sok membela rakyat itu!)

T. Rex tidak dikenal berbulu, tetapi ketika dewasa tumbuh hingga 12 meter dan berat lebih dari 6,5 metrik ton.

Fosil 1 dewasa dan 2 lebih muda digali di China timur laut, wilayah yang dikenal sebagai taman fauna purba.

"Ini benar-benar besar, fauna Jurassic Park yang besar dan mengembang," kata Mark Norell, paleontolog American Museum of Natural History di New York City.

Ketiga tulang rahang dan tengkorak milik spesies yang sama. Tyrannosaurus termasuk dalam klasifikasi yang lebih luas, bipedal pemakan daging disebut theropods yang memunculkan burung modern. Y. huali memiliki bulu minimal panjang 15 cm dan menutupi kulit.

Bulu pada burung modern memiliki berbagai tujuan seperti manuver penerbangan, sarana mengirim sinyal kepada anggota lain termasuk lawan jenis atau penghangat dari dingin. Bagaimanapun Y. huali begitu berat untuk terbang. Jika filamen berwarna maka aspek kuat adalah sinyal intra-spesies atau pamer penampilan.

Pandangan umum dinosaurus besar seperti banyak hewan besar hari ini yaitu gajah atau badak tidak perlu bulu karena tubuh besar secara efisien menjaga panas tubuh, kata Xing Xu, paleontolog Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing.

Karena theropods kecil begitu banyak ditemukan dalam beberapa tahun terakhir telah berbulu, bulu pada dinosaurus yang lebih besar seperti T. rex telah diperdebatkan. Temuan bulu pada makhluk seukuran Y. hulai sangat tak terduga bahkan kontroversial.

Tetapi pengukuran rasio isotop oksigen pada gigi sebagai paleo-termometer menunjukkan iklim sekitar 10oCelcius yang secara substansial lebih dingin daripada kebanyakan era dinosaurus, bahkan di timur laut China hari ini.
  1. Xing Xu (Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology, Key Laboratory of Evolutionary Systematics of Vertebrates, Chinese Academy of Sciences, 142 Xiwai Street, Beijing 100044, China; Liaoning Paleontological Museum, Shenyang Normal University, 253 North Huanghe Street, Shenyang 110034, China) et.al. A gigantic feathered dinosaur from the Lower Cretaceous of China. Nature 484, 92–95 (05 April 2012), DOI:10.1038/nature10906

Gambar : Brian Choo
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment