Monyet Babon Papio papio Belajar Kata

Tinuku
News KeSimpulan.com - Monyet memukul-mukul mesin ketik tidak pernah mereproduksi karya-karya Shakespeare, tapi mereka mungkin lebih dekat dengan bacaan Hamlet.

Monyet Baboon (Papio papio) dapat belajar untuk mengenali kata-kata. Membaca mungkin bakat visual yang dimiliki oleh semua primata. Babon nongkrong di semak-semak, bukan di toko buku. Namun mereka avid nonreader yang belajar menceritakan secara tertulis, kata-kata nyata dari kata-kata omong kosong.

Meskipun mereka berbicara tanpa bahasa, babon mencapai salah satu langkah pertama dalam membaca.

Prestasi yang mengejutkan. Ketrampilam monyet menunjukkan bahwa membaca adalah perangkat umum sistem pengenalan pola.

Kemampuan untuk membedakan kata-kata nyata berdasarkan susunan huruf.

Nampak bahwa babon membaca didasarkan pada ketrampilan mengidentifikasi objek sederhana, bukan pada keterampilan linguistik maju.

"Ketika membaca, kita memanfaatkan identifikasi objek, keahlian yang cukup primitf kita miliki. Kita mengidentifikasi komponen: meja dan empat kaki. Hal yang sama berlaku untuk mengidentifikasi kata-kata menggunakan komponen huruf," kata Jonathan Grainger, psikognisian Aix-Marseille University di Perancis.

Enam remaja babon ditempatkan bersama-sama. Mereka memiliki akses bebas ke layar komputer yang menampilkan empat huruf string kata-kata Inggris nyata maupun 'non-kata' yang mirip kata-kata nyata, seperti 'DRAN' atau 'LONS'.

Babon tertarik menyentuh layar untuk mengidentifikasi string huruf sebagai kata atau non-kata. Jawaban yang benar memperoleh hadiah makanan. Masing-masing babon memiliki microchip di lengan yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi individu.

Selama 44 hari, babon meyelesaikan sekitar 50.000 tes. Mereka mengidentifikasi kata-kata dengan rata-rata akurasi 75% dan mempelajari 81 hingga 308 kata dari 500 kata dan lebih dari 7.000 non-kata secara acak.

Perbedaan utama antara kata dan non-kata adalah jumlah bigram yaitu kombinasi huruf dua kata seperti 'IT' and 'TE' atau 'KITE' and 'BITE'. Peneliti minimalisasi bigram umum dalam non-kata dan maksimalisasi dalam kata-kata sehingga babon bisa melakukan diskriminasi berdasarkan ketergantungan statistik huruf.

Tim menemukan babon yang terbaik mampu melihat kata-kata yang berisi bigram paling umum. Korelasi ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar belajar dan bukan hanya menghafal. Babon mungkin mengidentifikasi kata bahasa Inggris dengan menggunakan informasi ortografi yaitu identitas dan posisi huruf dalam kata.

Manusia menggunakan isyarat-isyarat yang sama ketika membaca, kata Emmanuel Keuleers, psikolog Ghent University di Belgia, pada tahun lalu melakukan eksperimen serupa pada manusia. Subjek sebagian mengandalkan rangsangan ortografi untuk membedakan antara kata dan non-kata.

Sebelumnya sebuah tim dipimpin Stanislas Dehaene, psikognisian Collège de France di Paris, mengidentifikasi bagian otak manusia yang bertanggung jawab untuk visualisasi kata-kata. Mungkin ada daerah otak yang sama pada babon untuk komponen kunci melek huruf.
  1. Jonathan Grainger (CNRS and Aix-Marseille University Laboratoire de Psychologie Cognitive, Fédération de Recherche 3C, Brain and Language Research Institute, Aix-Marseille University and CNRS, 3 Place Victor Hugo, 13331 Marseille, France) et.al. Orthographic Processing in Baboons (Papio papio). Science 13 April 2012: Vol.336 no.6078 pp.245-248, DOI:10.1126/science.1218152
  2. Emmanuel Keuleers (Department of Experimental Psychology, Ghent University, Henri Dunantlaan 2, B-9000 Gent, Belgium) et.al. The British Lexicon Project: Lexical decision data for 28,730 monosyllabic and disyllabic English words. Behavior Research Methods, 1 July 2011, DOI:10.3758/s13428-011-0118-4

Gambar & Video : Joël Fagot
YouTube : Stephane Dufau http://www.youtube.com/channel/UCHtSfmrpR2maxQgnHVYL1fQ


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment