Sel Induk Reprogram Tulang Rawan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Terapi sel induk memrogram ulang pertumbuhan tulang rawan. Senyawa memanggil kembali kemampuan pembuatan jaringan ikat pada tikus.

Kabar baik bagi Anda yang mengeluh ketika sendi lutut terasa sakit digerakkan atau berbunyi ‘kletuk-kletuk’. Karena lapisan-lapisan lembut penahan gesekan antar tulang semakin aus. Sekarang, sebuah molekul kecil kartogenin memicu sel induk menjadi karakteristik sel penyusun tulang rawan.

Terapi kartogenin pada tikus dengan artritis seperti kerusakan tulang rawan di lutut memiliki kemampuan kembali untuk merekonstruksi sendi tanpa rasa sakit.

Laporan baru memberi petunjuk baru dalam upaya lama untuk menemukan cara dalam menumbuhkan tulang rawan, teka-teki pokok melawan osteoarthritis.

Pendekatan baru sel induk mesenchymal secara alami di tulang rawan dan memicu sel-sel pembentuk jaringan ikat, termasuk chondrocytes, sel-sel hanya dalam tubuh untuk rekonstruksi tulang rawan.

Langkah penting dalam perbaikan tulang rawan orang dengan osteoarthritis, jenis arthritis yang paling umum oleh cedera.

"Dalam skenario, ini menjadi terapi lokal bahwa target sel induk sudah ada," kata Kristen Johnson, biolog molekuler Genomics Institute di Novartis Research Foundation, San Diego.

Johnson dan rekan menyaring 22.000 senyawa dalam tulang rawan dan menemukan kartogenin, sel induk terinduksi untuk mengambil karakteristik kondrosit. Molekul menyalakan gen penyusun komponen tulang rawan disebut aggrecan and collagen II.

Tes pada tikus dengan kerusakan tulang rawan mirip dengan osteoarthritis menunjukkan bahwa injeksi kartogenin menurunkan tingkat protein yang disebut cartilage oligomeric matrix protein. Orang dengan osteoarthritis memiliki kelebihan protein sebagai penanda keparahan penyakit.

Kartogenin juga memungkinkan tikus dengan cedera lutut untuk mendapatkan kembali kemampuan menahan kapasitas beban pada sendi setelah 42 hari.

Kartogenin menghambat protein yang disebut filamin A dalam sel induk mesenchymal. Merilis senyawa lain yang mengatur aktivitas gen dalam mengubah sel induk menjadi fungsi kondrosit. Kartogenin tampaknya melindungi dan memperbaiki tulang rawan.

Hari ini jutaan orang mengalami osteoarthritis saat mencapai usia tua. Tulang rawan berfungsi sebagai shock absorber kerangka, tapi operasi untuk mengobati cedera tulang rawan jarang sukses. Jenis lapirsan berserat di ujung-ujung tulang yang telah kehilangan topi alami juga membuat gesekan langsung sehingga meradang dan nyeri.

Tulang rawan tidak dimaksudkan untuk hidup selamanya sebagai hasil dari keausan selama hidup seseorang. Proses regenerasi tulang rawan dalam tubuh telah menjadi target utama para dokter ortopedi.
  1. Kristen Johnson (Genomics Institute of the Novartis Research Foundation, 10675 John Jay Hopkins Drive, San Diego, CA 92121, USA) et.al. A Stem Cell–Based Approach to Cartilage Repair. Science, April 5 2012, DOI:10.1126/science.1215157

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment