Transplantasi Sel Batang Reparasi Retina

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tikus buta dapat melihat. Transplantasi sel pengumpul cahaya memulihkan penglihatan hewan pengerat di malam hari.

Para petani yang berburu tikus mungkin perlu strategi berbeda dalam memburu tikus. Berkat transplantasi sel baru beberapa malam sebelumnya, tikus buta dapat melihat lagi dalam gelap, bahkan cukup baik untuk menghindari jala para petani padi.

Suntikan sel saraf pengumpul cahaya disebut sel batang ke dalam retina tikus buta terintegrasi ke dalam sistem visual otak dan penglihatan dipulihkan.

Robin Ali, genetikawan University College London Institute of Ophthalmology, dan rekan melapor ke Nature.

Temuan memberi harapan baru bahwa transplantasi sel dapat membalikkan kerusakan pada otak, mata dan cedera tulang belakang oleh penyakit degeneratif.

Eksperimen lain telah mencoba tetapi gagal untuk memperbaiki retina rusak dengan transplantasi sel induk. Ini laporan pertama menunjukkan sel-sel saraf transplantasi dapat mengembalikan fungsi.

"Mereka menunjukkan dan melakukannya secara meyakinkan, namun masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk aplikasi klinis," kata Christian Schmeer, neurolog University Hospital Jena.

Ali mencangkok sel batang dewasa dari tikus yang baru lahir ke dalam retina tikus dewasa. Sel batang ditemukan di belakang mata yang bekerja dalam kondisi cahaya redup. Sel-sel retina lain merasakan cahaya terang.

Eksperimen sebelumnya, para peneliti mampu transplantasi sekitar 1.000 sel batang ke dalam retina tikus, tapi belum cukup untuk memulihkan penglihatan. Dengan obtimalisasi teknik, Ali membujuk sekitar 26.000 sel-sel batang untuk disuntik ke dalam retina di masing-masing mata.

Tikus yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus malam buta karena mutasi yang mematikan sel batang. Mereka yang mendapat transplantasi sel batang berenang dalam platform tangki dengan cahaya redup, tanda bahwa mereka sekarang bisa melihat garis-garis.

"Tentu saja mereka tidak sempurna, tapi melihat perbedaan antara terang dan gelap menjadi berguna. Ini adalah awal yang baik," kata David Trisler, neurosaintis University of Maryland School of Medicine di Baltimore.
  1. R. A. Pearson (Department of Genetics UCL Institute of Ophthalmology, University College London, 11-43 Bath Street, London, EC1V 9EL, UK) et.al. Restoration of vision after transplantation of photoreceptors. Nature, 18 April 2012, DOI:10.1038/nature10997

Gambar : University College London
Video : R. A. Pearson et.al., Nature, DOI:10.1038/nature10997
YouTube : KeSimpulan.com - http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment