Gen sasX Dibalik Super Staphylococcus aureus

Tinuku
News KeSimpulam.com - Gene melompat, MRSA Menyebar. Unsur sangat langka genetik mobile menjadi penyebab epidemi MRSA di rumah sakit China.

Protein gen sasX berada di balik epidemi infeksi di rumah sakit Asia. Tampaknya methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) tidak akan mereda. Sumber malapetaka di rumah sakit dan masyarakat di seluruh dunia. Tes model tikus dengan kulit dan paru-paru S. aureus yang memiliki gen super lebih buruk dibanding strain tanpa gen.

Mengidentifikasi faktor-faktor molekuler yang mendasari penyebaran cepat dan ganas bakteri resisten terhadap antibiotik umum ini menjadi langkah pertama.

Peneliti mengidentifikasi sebuah gen yang begitu jarang tetapi sekarang makin umum yang mendorong penyebaran dan virulensi infeksi MRSA di rumah sakit China.

Laporan ini salah satu yang pertama menganalisis frekuensi dan fungsi biologis gen resistan terhadap obat infeksi Staph.

Sebuah elemen genetik mobile yang bergerak di sekitar genom dan melompat dari satu bakteri ke yang lain. Bukti bahwa transfer gen horizontal antar bakteri mendorong epidemi MRSA. Gen bisa menjadi sasaran terapi yang efektif terhadap patogen.

"Selalu ada hipotesis bahwa gen yang terkait dengan transmisibilitas canggih, tetapi gen-gen belum definitif dan diidentifikasi," kata Frank Lowy dari Division of Infectious Diseases di Columbia University Medical Center di New York.

Pada tahun 2010, peneliti Wellcome Trust Sanger Institute di Inggris sequencing genom strain jahat MRSA untuk menjawab wabah di sebuah rumah sakit London antara tahun 2002 dan 2004. Sekuensing mengungkap fungsi gen, hadir hanya beberapa strain MRSA seluruh dunia yang tampaknya berasal di Asia.

Min Li dari Shanghai Medical College di China dan rekan memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut keberadaan dan frekuensi gen sasX dalam strain MRSA China. Cerita bergulir menjadi lebih besar, ada cukup tinggi dan meningkat signifikan, strain invasif dengan gen ini di rumah sakit China.

Tim mengeledah 800 random S. aureus isolat yang diambil dari pasien di 3 rumah sakit besar China antara tahun 2003 dan 2011. Mereka menemukan frekuensi sasX meningkat sebesar 21 hingga 39 persen pada orang berumur di atas 9 tahun, sedangkan peningkatan gen dalam sampel methicillin-sensitive S. aureus tidak signifikan.

"Selain itu, sasX dulunya eksklusif untuk MRSA klon ST239, sekarang hadir dalam beberapa varian lain MRSA. Bukti langsung transfer gen horizontal dari satu kelompok strain MRSA yang lain," kata Michael Otto dari National Institute of Allergy and Infectious Disease di Amerika Serikat.

Temuan mendukung penelitian sebelumnya bahwa banyak gen virulensi dan resistensi sangat menular. Untuk melihat bagaimana frekuensi sasX makin meningkat pada isolat MRSA yang mendorong epidemi Asia, tim menyelidiki mekanisme kerja melalui berbagai in vitro dan in vivo untuk mengidentifikasi peran sasX selama infeksi.
  1. Min Li (Department of Laboratory Medicine, Huashan Hospital, Shanghai Medical College, Fudan University, Shanghai, China) et.al. MRSA epidemic linked to a quickly spreading colonization and virulence determinant. Nature Medicine, 18, 816-819, 22 April 2012, DOI:10.1038/nm.2692

Frank Lowy http://www.id.hs.columbia.edu/faculty.html#lowy
Michael Otto http://www.unige.ch/medecine/frontiers-in-biomedicine/Otto.html

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment