Lautan Cair Di Bawah Bulan Es Triton

Tinuku
News KeSimpulan.com - Di bawah permukaan Triton super dingin, tersimpan lautan terluar di Tata Surya. Hari-hari menjelang fajar di Triton begitu menggigil.

Setiap hari sejak bulan menatap ke orbit di sekitar Neptunus, bahkan gunung berapi memuntahkan gas dingin dan air daripada magma panas. Tapi di bawah permukaan dingin bersuhu -235oC, Triton menyimpan yang lebih, samudra cair.

Sekilas pandangan, Triton tampak hanyalah bulan es. Dunia tanpa sifat tandus yang mengitari Neptunus, planet terluar Tata Surya. Tapi Triton berbeda.

Bulan mengorbit dengan cara mundur, bergerak ke arah berlawanan dengan rotasi Neptunus. Satu-satunya bulan besar di Tata Surya yang melakukannya.

Bulan retrograde tidak dapat terbentuk di dalam orbit, sehingga Triton harus mengawali kehidupan di tempat lain sebelum ditangkap gravitasi raksasa gas. Seperti rekan-rekan Pluto berasal dari tempat yang sama yaitu di tepi bagian dalam Sabuk Kuiper.

Wahana Voyager 2 terbang mendekati Triton di masa lalu pada tahun 1989, mengirimkan foto-foto permukaan beku bulan ke Bumi. Data memberi tanda-tanda cryovolcanism yaitu letusan di bawah permukaan yang cair dan cepat membeku bila terkena dingin dari luar tata surya.

Triton bergabung dalam daftar singkat dari dunia dalam Tata Surya yang mengenal geologi aktif. Es di permukaan juga unik. Sebagian besar terdiri dari nitrogen dengan beberapa wilayah bertekstur dan kutub metana beku.

Triton ditangkap Neptunus dalam orbit sangat memanjang, namun saat mereka berinteraksi, bulan dengan cepat terseret ke dalam orbit lingkaran. Proses melepaskan energi yang memanaskan Triton. Kenaikan suhu melelehkan apapun, bukan hanya lapisan luar Triton, tetapi juga core selebar 1900 kilometer.

penelitian sebelumnya telah menyarankan samudra di Triton, tetapi analisis masih sederhana. Saswata Hier-Majumder, planetolog dinamika University of Maryland di College Park, dan rekan mengembangkan model rinci dengan peluruhan radioaktif mineral core dan interaksi orbital yang memanaskan bulan.

Meskipun pemanasan dari peluruhan radioaktif berlipat lebih besar dibanding pemanasan dari efek pasang surut, panas core saja tidak cukup untuk menjaga lapisan luar dari pembekuan selama 4,5 milyar tahun umur Tata Surya. Namun sejumlah kecil pemanasan dari orbital menyumbang perbedaan besar karena meresap ke dasar es yang menutupi laut di bawah permukaan.

"Ini menempatkan selimut hangat di atas laut dingin," kata Hier-Majumder.

Selama orbit melingkar 350.000 kilometer dengan bervariasi, Triton masih memiliki laut cukup besar di bawah permukaan es. Laut mengandung dosis tinggi amonia yang menjaga cairan dari pembekuan kecuali suhu turun di bawah -90oC. Jadi, masih tidak sedingin -180oC danau bulan Saturnus, Titan.
  1. Jodi Gaeman, Saswata Hier-Majumder, James H. Roberts. Sustainability of a Subsurface Ocean within Triton’s Interior. Icarus, 18 May 2012, DOI:10.1016/j.icarus.2012.05.006

Saswata Hier-Majumder http://www.geol.umd.edu/~saswata/index.shtml

Gambar : NASA/Jet Propulsion Lab/U.S. Geological Survey

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment