Telingga Dalam Ungkap Gerakan Primata Kuno

Tinuku
News KeSimpulan.com - Telinga bagian dalam mengungkap kecepatan primata awal. Di hutan-hutan Argentina 20 juta tahun lalu, Homunculus patagonicus bergerak cepat.

Monyet bergerak cepat, berayun antar cabang pohon berkat analisis fosil kanal telinga dan 15 primata kuno lain. Bagian-bagian tersembunyi memberi kejutan bagaimana leluhur kita sendiri bergerak dengan kecepatan lebih tinggi dari kera hari ini.

Antropolog dengan teliti menganalisis tulang lengan, dan kaki untuk menyelidiki gerakan. Beberapa primata tampaknya memiliki tubuh untuk melompat.

Namun spesies seperti Homunculus patagonicus nyaris tidak ada petunjuk apapum selain dari tengkorak.

Namun kanal telinga bagian dalam membantu hewan menjaga keseimbangan sementara kepala tersentak ke sekitarnya.

Timothy Ryan, antropolog Pennsylvania State University di University Park, dan rekan menggunakan computed tomography scan untuk mengintip ke dalam tengkorak 16 primata punah mencakup rentang 35 juta tahun evolusi dan merekonstruksi arsitektur telinga dalam mereka.

Labirin tulang adalah satu set dari tiga rongga ulir, satu berorientasi sepanjang sumbu tubuh. Cairan di dalam kanal menyediakan informasi sistem keseimbangan. Hewan yang lebih lincah atau akrobatik memiliki semicircular canals lebih besar. Tapi Hewan yang malas bergerak memiliki kanal kecil dan tidak sensitif.

Fosil Apidium phiomense yang digali di Mesir menjadi salah satu antropoid yang mencakup monyet, kera, dan manusia. Kerangka Apidium menunjukkan makhluk menyesuaikan diri untuk melompat. Meskipun di dalam tengkorak memiliki kanal-kanal yang lebih kecil dari hewan yang kurang gesit.

"Itu pasti kejutan," kata Ryan.

Laporan sebelumnya pada spesies hidup, ketidaksesuaian antara gaya lokomotif hewan dan ukuran kanal yang seharusnya. Apidium mungkin lebih lambat dari yang diduga atau telinga bagian dalam yang mungkin tertinggal evolusi sementara tulangnya berkembang pesat untuk kelincahan.

"Nenek moyang pertama kera dan manusia lebih cepat dari yang kita sangka," kata Ryan.

Gerakan lambat gorila dan manusia pada hari ini mungkin telah berevolusi di kemudian hari. Bagaimanapun spesies Proconsul heseloni adalah sisi lain yang lebih kecil dari 4 atau 5 spesies Proconsul. Spesies yang lebih besar mungkin telah bergerak lebih lambat.
  1. Timothy M. Ryan (Department of Anthropology and Center for Quantitative Imaging, EMS Energy Institute, University Park, PA 16802, USA) et.al. Evolution of locomotion in Anthropoidea: the semicircular canal evidence. Proceedings of the Royal Society B, June 13, 2012, DOI:10.1098/rspb.2012.0939

Gambar : Timothy Ryan/Pennsylvania State University
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment