Ternak dan Memerah Susu Sapi di Afrika Utara

Tinuku
News KeSimpulan.com - Afrika utara kuno memerah dan minum susu. Profesi penggembala mulai berkembang dan menghasilkan susu sekitar 7.000 tahun yang lalu.

Penggembala hewan hidup di Sahara yang merupakan wilayah berumput di gurun Afrika utara 7.000 tahun lalu bercita rasa susu sapi atau mungkin produk susu seperti mentega. Para peneliti menyelidiki tanda tangan kimia lemak susu di permukaan dalam keramik.

Produk susu memainkan peran besar dalam diet Afrika kuno, meskipun mereka tidak tinggal di desa-desa pertanian seperti yang dilakukan di Eropa.

Produksi susu mungkin telah menyebar dari Timur Tengah dan sekitarnya ketika fajar pertanian 10.000 tahun lalu ke Afrika dan Eropa dalam beberapa ribu tahun.

Bukti kimia menunjukkan sapi diperah di Sahara kuno yang berumput di area basah, panas, maupun hamparan kering.

"Hewan bergerak di sekitar lanskap ekosistem berbeda yang berisi tanaman berbeda, mungkin akibat dari variasi musiman di padang rumput," kata Richard Evershed, geokimiawan University of Bristol di Inggris.

Para peneliti umumnya menganggap Afrika utara berawal dari ternak domba dan kambing sebelum tanaman tumbuh. Sebelumnya telah digali tulang hewan peliharaan berdating 8.000 tahun di Afrika utara. Lukisan batu menggambarkan penggembalaan ternak dan beberapa contoh memerah susu.

"Salah satu alasan orang Afrika setempat mengadopsi ternak untuk produk susu mereka," kata Diane Gifford-Gonzalez, antropolog University of California Santa Cruz.

Analisis tembikar menyimpan asal-usul ternak dan memerah susu di Turki barat laut 9.000 tahun lalu. Pertanian, hewan ternak, memerah susu dan membuat tembikar menyebar ke seluruh Eropa pada saat yang sama. Sebaliknya, penggembala ternak dan memerah susu di Sahara menjadi gaya hidup nomaden pasca tembikar.

Beberapa populasi Afrika memiliki mutasi genetik minum susu tanpa mual dan reaksi tidak menyenangkan lainnya bagi laktosa, gula yang ditemukan dalam susu. Mutasi biasanya muncul di Eropa yang minum susu setidaknya 6.000 tahun lalu. Produk kaya lemak seperti mentega yang dicerna oleh laktosa intoleran individu.

Berbagai form kecil karbon dari sampel 81 fragmen tembikar di situs Libya berdating 7.200 dan 5.800 tahun. Spesimen berisi karbon dengan tanda tangan khas lemak susu. Perbandingan kimia lebih lanjut untuk lemak susu dari hewan pemakan rumput menunjukkan Saharan kuno memerah sapi, tetapi bukan kambing atau domba.
  1. Julie Dunne (Organic Geochemistry Unit, School of Chemistry, University of Bristol, Cantock’s Close, Bristol BS8 1TS, UK) et.al. First dairying in green Saharan Africa in the fifth millennium bc. Nature 486, 390-394, 20 June 2012, DOI:10.1038/nature11186

Gambar : Roberto Ceccacci/The Archaeological Mission in the Sahara/Sapienza Univ. of Rome
Tinuku Store

1 comment: