Aroma Sperma Lumut Ceratodon purpureus

Tinuku
News KeSimpulan.com - Selama musim kawin, lumut (Ceratodon purpureus) perlu sedikit bantuan kutu dan menggunakan aroma untuk merekrutnya.

Bagi lumut, seks menjadi urusan rumit. Lumut meminta air atau angin menyebarkan aroma yang membujuk hewan kecil seperti tungau dan serangga agar menyebarkan tanaman. Para ahli mengungkap kehidupan rahasia lumut ketika kawin.

Sekitar 450 juta tahun lalu, Lumut umum (Ceratodon purpureus) bersemi di permukaan lanskap Bumi.

Berbeda dengan tanaman berbunga yang tumbuh 200 juta tahun kemudian, lumut tidak memiliki sistem pembuluh darah.

Di daerah lembab, Ceratodon purpureus tumbuh setinggi 1 cm dan memiliki helai daun tebal yang memungkinkan air berdifusi langsung.

Bukan sistem serbuk sari tanaman bunga. Lumut pejantan memiliki sperma kecil yang entah bagaimana bisa sampai ke tanaman perempuan. Para ilmuwan berpikir pembuahan lumut memerlukan air. Hujan membawa paket sperma yang mengapung ke atas dan berenang menuju perempuan.

Tapi beberapa penelitian menyarankan arthropoda kecil springtail, membantu sperma transfer ke perempuan. Springtail kuno berevolusi pada waktu yang sama dengan lumut dan hidup persis berdampingan dimana lumut ditemukan di seluruh dunia.

Peneliti ingin mengkonfirmasi apakah springtail terlibat dan jika demikian apa trik yang dilakukan lumut untuk menarik arthropoda agar menyebarkan sperma. Sekarang Sarah Eppley, bioevolusioneris Portland State University, dan rekan melaporkan lumut perempuan memancarkan aroma yang menarik arthropoda.

"Ini interaksi positif antara lumut dan arthropoda yang memainkan peran kunci diversifikasi. Jika hujan yang melakukan, mungkin arthropoda tidak benar-benar penting," kata Eppley.

Eppley dan rekan membudidaya lumut di terrarium, beberapa di antaranya tidak diberi air hujan atau springtails, beberapa di antaranya memiliki satu atau yang lain, dan beberapa memiliki keduanya. Kemudian mereka melihat berapa banyak buah (sporofit) diproduksi di bawah syarat.

Lumut tanpa air atau springtails sangat sedikit sporofit. Kehadiran springtails atau air memberi cukup tinggi pembuahan. Tapi yang paling menarik ketika air dan springtails hadir bersamaan, jumlah sporofit yang dihasilkan lebih dari 2 kali lipat.
  1. Todd N. Rosenstiel (Department of Biology and Center for Life in Extreme Environments, Portland State University, 1719 SW 10th Avenue, Portland, Oregon 97201, USA) et.al. Sex-specific volatile compounds influence microarthropod-mediated fertilization of moss. Nature, 18 July 2012, DOI:10.1038/nature11330

Gambar: Erin Shortlidge
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment