Garis Tulang Dinosaurus dan Ruminansia Sama

Tinuku
News KeSimpulan.com - Perdebatan dinosaur yang panas. Para peneliti menepis bukti dinosaurus berdarah dingin. Pondasi hipotesis dino berdarah dingin disanggah.

Saksi hidup ditulis dalam tulang mamalia untuk menghapus prasangka argumen kunci dinosaurus berdasar dingin. Garis pertumbuhan tahunan terukir dalam femur 115 mamalia liar berdarah panas seperti jerapah dan rusa sama seperti yang terlihat di tulang dinosaurus dan reptil lainnya.

Banyak penelitian mengisyaratkan dinosaurus memiliki gaya hidup aktif, tanda darah hangat, tapi tulang menceritakan kisah yang berbeda.

Mereka sering mengandung fitur garis-garis disebut lines of arrested growth (LAGs) yang telah dikaitkan dengan panjang episode metabolisme reptil berdarah dingin.

LAGs digunakan untuk menentukan usia tulang kuno ketika mereka meninggal. Namun laporan baru juga fitur LAGs pada tulang mamalia.

"Orang selalu mengatakan mamalia tidak menunjukkan garis-garis ini. Asumsi ini seperti mitos yang terjadi di sekitarnya, Anda membacanya di mana-mana. Tapi orang tidak benar-benar mempelajari mamalia," kata Meike Köhler, paleontolog University of Barcelona di Spanyol.

Pada reptil termasuk dinosaurus, siklus tahunan pertumbuhan dan nutrisi yang tersurat pada tulang seperti cincin pohon.

Dalam beberapa bulan, pembuluh darah lemak yang kaya jaringan tulang hanya meletakkan lembaran tipis. Di bawah mikroskop, lembaran ramping tulang terlihat seperti garis-garis gelap. Karena garis pertumbuhan atau garis-garis tulang maka beberapa ilmuwan menganggap dinosaurus berdarah dingin.

Tetapi laporan baru menunjukkan mamalia berdarah panas juga memiliki fitur tulang ini. Setiap mamalia menunjukkan pertumbuhan siklus yang cepat ketika makanan banyak dan lambat ketika sedang paceklik. Terlebih sampel spesimen peneliti tampak seperti yang terlihat pada fosil dinosaurus.

Ini mungkin tidak akan menutup perdebatan apakah dinosaurus berdarah panas atau dingin, tetapi argumen bahwa fitur garis-garis berarti berdarah dingin tentu tidak berlaku lagi.

Köhler dan rekan menganalisis irisan tulang setipis helai rambut manusia dari 41 spesies ruminansia (mamalia 4 bilik perut) di 23 zona iklim berbeda, dari kutub tundra Norwegia hingga subtropis lembab di Afrika Selatan. Pengambilan sampel yang luar biasa.
  1. Meike Köhler (ICREA at the Institut Català de Paleontologia Miquel Crusafont, Universitat Autònoma de Barcelona, 08193 Bellaterra, Spain) et.al. Seasonal bone growth and physiology in endotherms shed light on dinosaur physiology. Nature, 27 June 2012, DOI:10.1038/nature11264

Gambar : Meike Köhler
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment