Genom Yak domestik Tibet Bos grunniens

Tinuku
News KeSimpulan.com - Yak domestik Tibet (Bos grunniens) menyimpan gen untuk menyesuaikan topografi ekstrim dan dingin. Peneliti telah selesai sekuensing genom Yak.

Nomaden di dataran tinggi Tibet tidak mengandalkan sapi tapi yak (Bos grunniens) sebagai pengangkut beban 4000 tahun terakhir. Meskipun bersaudara erat, yak dan sapi telah berpisah 4,9 juta tahun lalu atau sekitar waktu yang sama ketika manusia dan simpanse berpisah.

Yak domestik lebih baik dalam menyesuaikan di daerah ketinggian ekstrim di wilayah Pegunungan Himalaya yang melebihi 4500 meter di atas permukaan laut.

Sekarang peneliti menemukan genetika di balik kemampuan ini. Qiang Qiu dari Lanzhou University di China, dan rekan melapor ke Nature Genetics.

Genom perempuan membangun beberapa gen yang membuat lebih cocok untuk ketinggian.

Ada 3 gen yang membantu Bos grunniens mengatur respon tubuh terhadap hipoksia atau kekurangan oksigen di lokasi tinggi dan 5 gen membantu mengoptimalkan energi dalam mengasup makanan yang langka di dataran tinggi.

Implikasi penting laporan ini. Dengan memahami gen yang hidup sukses di dataran tinggi, para peneliti mungkin dapat mencari senyawa untuk mengobati dan mencegah penyakit ketinggian dan hipoksia yang berhubungan dengan komplikasi seperti high altitude cerebral edema dan high altitude pulmonary edema yang dapat berakibat fatal pada manusia.
  1. Qiang Qiu (State Key Laboratory of Grassland Agro-Ecosystem, College of Life Science, Lanzhou University, Lanzhou, China) et.al. The yak genome and adaptation to life at high altitude. Nature Genetics, 01 July 2012, 10.1038/ng.2343

Gambar : Dennis Jarvis/En Wikipedia
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment