Nanopartikel Penghancur Gumpalan Darah Beku

Tinuku
News KeSimpulan.com - Dinamit untuk menghancurkan gumpalan darah. Partikel kecil yang mengendarai arus aliran darah mencari pembekuan darah dan melenyapkannya.

Pendekatan ini ekperimen pada tikus dan segera dilanjutkan pada manusia. Pembekuan darah adalah berita buruk bagi otak, jantung, dan organ lainnya. Massa sel darah tumbuh cukup besar dapat memutus vena dan arteri, menghambat oksigen mengalir ke organ kritis.

Salah satu kendala utama untuk mengurai gumpalan darah adalah menemukan di mana mereka telah bersarang di tubuh.

Bahkan jika ditemukan gumpalan tetap sulit untuk menyingkirkan. Dokter sering meresepkan pengencer darah untuk memperlambat waktu pembekuan.

Tetapi obat tersebut juga dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan.

Metode lain adalah stenting yaitu prosedur dimana kawat fleksibel atau tabung digunakan untuk membuka sumbatan. Pasien pulih dengan cepat tapi menghabiskan setidaknya 1 malam di rumah sakit.

Netanel Korin, bioteknolog Harvard University di Boston, dan rekan berpaling ke nanopartikel. Model sel trombosit yang beredar dalam darah dan membantu menghentikan perdarahan dengan membentuk kantumg nanopartikel kurang dari 100 nm dan terbuat dari polimer sintetis saling menempel seperti bola pasir basah.

Kantung partikel mengalir bebas dalam darah dan tertarik terhadap pembuluh terblokir dengan merasakan perubahan aliran darah. Sesampai di tempat, kantung nanopartikel pecah menjadi partikel individu yang menempel gumpalan darah, melepaskan tissue plasminogen activator (tPA) untuk melarutkan kebekuan.
  1. Netanel Korin (Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering at Harvard University, Boston, MA 02115, USA) et.al. Shear-Activated Nanotherapeutics for Drug Targeting to Obstructed Blood Vessels. Science, July 5 2012, DOI:10.1126/science.1217815

Gambar dan Video : Netanel Korin et.al., Science, DOI:10.1126/science.1217815
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube






Tinuku Store

No comments:

Post a Comment