Rentetan Zig-Zag Gempa April Pantai Sumatera

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tanggal 11 April lalu, sensor seismik menampilkan bukti gempa 8,6 skala Richter di lepas pantai Sumatera. Data awal gempa mengejutkan.

Peringatan tsunami berbunyi dan evakuasi dimulai di seluruh wilayah tersebut. Tetapi gelombang destruktif tidak pernah datang. Sebuah analisis baru membantu menjelaskan mengapa dan dengan demikian beberapa wilayah laut mungkin lebih rentan terhadap gempa yang berpotensi merusak.

Gempa besar 9,0 skala Richter yang memukul Jepang tahun 2011 dan 9,1 skala Richter di Sumatera tahun 2004.

Secara umum terjadi pada zona subduksi di mana satu lempeng tektonik di bawah slide lainnya.

Gempa melanda April terjadi dalam sebuah lempeng Samudera, ratusan kilometer zona subduksi terdekat. Gempa intraplate terbesar yang pernah tercatat.

Dengan menggunakan data seismik, Lingsen Meng dan rekan dari California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena menyatukan peristiwa gempa. Konfirmasi firasat seismologi menemukan gempa terjadi vertikal di sepanjang celah kerak atau disebut strike-slip fault.

Fault lempeng di kedua sisi pindah horizontal. Sebaliknya, zona subduksi gempa biasanya melibatkan batuan di salah satu sisi fault yang terangkat secara vertikal terhadap sisi lain yang memindahkan air laut dan dapat memicu tsunami.

Tapi pola aktual tidak biasa. Seharusnya ada patahan beberapa ratus kilometer, tetapi Meng tidak menemukan bukti luka panjang di kerak. Sebaliknya, mereka menemukan patahan terbagi di antara 4 pergeseran berbeda, 3 di antaranya tegak lurus satu sama lain, menciptakan rentetan hampir zig-zag.

"Saya sangat kagum ketika pertama kali melihatnya. Benar-benar rumit. Ini adalah gempa penting. Kami memiliki kasus yang sangat jelas, tidak ada keraguan," kata Meng.

Ada implikasi penting. Gempa dapat tumbuh besar terkait zona subduksi dan dapat terjadi jauh dari zona tersebut dengan melompat fault demi fault dalam lempeng. Kerak samudera dipetak-petak dengan patahan sehingga berpotensi lebih besar.

Untungnya, perpindahan vertikal di sepanjang fault zig-zag gempa April meminimalkan risiko tsunami. Namun fault seperti ini kadang-kadang bisa secara vertikal maupun horizontal dan memicu gelombang yang merusak. Kita perlu menilai kembali risiko gempa di beberapa epicenter intraplate.
  1. L. Meng, J.P. Ampuero, J. Stock, Z. Duputel, Y. Luo, V.C. Tsai (Seismological Laboratory, Division of Geological and Planetary Sciences, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91125, USA). Earthquake in a Maze: Compressional Rupture Branching During the 2012 Mw 8.6 Sumatra Earthquake. Science, July 19 2012, DOI:10.1126/science.1224030

Gambar dan Video : L. Meng et.al., Science, DOI:10.1126/science.1224030
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment