2 Planet Sistem Kepler-47 Ngorbit 2 Bintang

Tinuku
News KeSimpulan.com - Sepasang planet ekstrasurya mengorbit 2 bintang. Dua planet pengorbit luar duduk di zona layak huni pada sistem bintang biner.

Wahana Kepler mengintai sepasang planet pertama yang melintas di depan sistem bintang biner. Menambah keragaman bahwa planet luar merupakan dunia potensial mirip Neptunus yang mendiami zona ramah hidup di sekitar 2 bintang.

"Sekitar 88 persen jumlah energi yang diterima Bumi dari Matahari," kata William Welsh dari San Diego State University.

"Dan ini sistem planet ganda," kata Weksh di International Astronomical Union meeting, 29 Agustus di Beijing.

"Cukup sulit untuk membayangkan bagaimana Anda mendapat 1 planet dalam biner, sekarang kita memiliki 2," kata Weksh, juga melaporkan ke Science.

Bahkan sistem Kepler-47 bisa memiliki planet lebih. Sebuah petunjuk menggoda tapi belum dikonfirmasi bahwa ada dunia tambahan bersembunyi dalam kedipan cahaya ketika planet lain melintas di antara 2 bintang dan Bumi di sini.

Kedipan cahaya tambahan telah terlihat jelas tapi hanya sekali. Diperlukan lebih banyak waktu pengamatan menggunakan teleskop darat untuk mengkonfirmasi bahwa memang ada dunia yang ketiga.

"Circumbinary multiple-planet systems sepenuhnya dimungkinkan mengingat versi planet tunggal telah ditemukan. Tapi ini tetap menarik," kata Greg Laughlin dari University of California Santa Cruz.

Sekarang ada bukti bahwa lebih dari satu planet pada suatu waktu dapat membentuk dan bertahan hidup di lingkungan yang penuh gejolak pasca big bang yang berantakan di sekitar bintang biner.

Planet luar yaitu Kepler-47C kira-kira 4,6 kali Bumi dengan orde final bintang host setiap 303 hari, sedangkan planet dalam yaitu Kepler-47b sekitar 3 kali Bumi dengan 49 hari.

Bintang host pertama mirip Matahari dan host kedua jauh lebih kecil dan redup. Kedua bintang saling mengorbit satu sama lain dalam 7,5 hari. Keduanya duduk sekitar 5.000 tahun cahaya di konstelasi Cygnus.

Menentukan batas-batas zona layak huni dalam sistem biner tidak sesederhana bintang tunggal karena bintang-bintang bergerak membuat pergeseran wilayah di mana air cair untuk hidup dapat bertahan pada planet yang mengorbit.

Para ilmuwan dalam pertemuan tersebut membahas cara-cara untuk menentukan bagaimana zona layak huni terletak pada sistem bintang biner. Dalam kasus seperti ini, bintang kedua dapat mempengaruhi jumlah energi planet yang diterima meskipun tidak langsung.

"Bintang kedua tidak pernah mendekati planet, sistem tidak stabil. Gravitasi bintang kedua dapat menarik atau mendorong planet, bergerak relatif dan dengan demikian mengubah zona layak huni," kata Elke Pilat-Lohinger dari University of Vienna.

Apakah planet di zona kehidupan yang ramah dapat untuk hidup pada akhirnya tergantung pada planet itu sendiri apakah itu materinya, apakah atmosfernya dan apakah akun isolasi awan.

"Ini tergantung pada pusat bintang Anda dan juga di planet Anda," kata Nader Haghighipour dari University of Hawaii di Manoa.

Bagi planet yang mengelilingi 2 bintang, zona huni sebagian besar tergantung pada jumlah rata-rata energi yang dihasilkan pasangan bintang meskipun suhu ekstrim planet mungkin juga penting. Tidak ada bukti seperti bulan besar, namun yang lebih kecil lebih seperti Titan.

"Ini murni spekulasi. Tapi berada di zona layak huni, jika bulan besar di sekitarnya, tempat yang tepat bagi kondisi yang Anda perlukan untuk hidup. Jika benda ini seukuran Titan maka sangat menarik," kata Welsh.
Jerome A. Orosz (Astronomy Department, San Diego State University, 5500 Campanile Drive, San Diego, CA 92182, USA) et.al. Kepler-47: A Transiting Circumbinary Multiplanet System. Science, August 28 2012, DOI:10.1126/science.1228380

Video dan Gambar : NASA/JPL-Caltech/T. Pyle
YouTube : http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment