Burung Trinil Calidris melanotos Tanpa Tidur

Tinuku
News KeSimpulan.com - Burung Trinil (Calidris melanotos) laki-laki menjadi lebih baik dalam memilih seks tanpa tidur. Peneliti menguji hipotesis tidur.

Kebutuhan untuk tidur telah lama mengganggu para ilmuwan. Mengapa kita dengan sistem saraf menghabiskan sebagian besar hidup untuk tidur? Ada begitu banyak aspek lain kehidupan yang harus diperhatikan.

Tidur berfungsi untuk mengkonsolidasikan memori, membantu memecahkan masalah sulit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Namun, masih belum ada jawaban yang meyakinkan mengapa tidur begitu penting. Banyak hipotesis yang belum terjawab.

Anda tertidur, Anda kehilangan kesempatan. Seleksi seksual Trinil memilih gen laki-laki yang paling kuat terjaga paling mungkin sukses menurunkan warisan.

Selama bulan Juni di tundra Arktik ketika musim kawin, Trinil (Calidris melanotos) laki-laki tidak tidur selama berminggu-minggu. Begitu sibuk berjuang untuk dapat melakukan hubungan seks. Trinil perempuan hanya mengalami subur selama 3 minggu dan mereka pun sangat pemilih.

Tiap laki-laki menghabiskan waktu untuk mengejar perempuan dan membusungkan dada. Sementara mereka harus melawan pesaing dan mempertahankan kontrol wilayahnya.

Begitu banyak energi harus dipertaruhkan. Kesejahteraan fisik dan mental sangat penting karena laki-laki terjaga terlalu lama mengalami ledakan memori dan semua menjadi kacau.

"Tidak begitu," kata John Lesku dari Max Planck Institute for Ornithology di Seewiesen, Jerman.

Trinil laki-laki yang paling mampu tidak tidur benar-benar memiliki keturunan paling baik. Lesku dan rekan menggunakan pelacak yang secara otomatis merekam aktivitas hampir setiap laki-laki bersama dengan sampel kecil perempuan.

Laki-laki jauh lebih aktif dibanding perempuan di sepanjang musim kawin. Tidur adalah kesempatan sangat mahal. Setiap laki-laki berpetualang dan tetap terjaga lebih dari 95 persen dari semua waktunya selama 19 hari berturut-turut!

Dengan mengukur aktivitas otak laki-laki menggunakan elektroda, Lesku menemukan Trinil mengkompensasi dengan tidur seketika ketika mereka berhenti bergerak. Ini seperti pelipur lara sejak total tidur mereka masih sangat terbatas dan terfragmentasi.

Laporan Lesku mendukung hipotesis "adaptive inactivity", tetapi tidak bertentangan dengan "restorative function". Para peneliti menduga genetik mungkin membuat beberapa pria lebih mampu tidak tidur tanpa mengalami masalah memori, konsentrasi dan sebagainya.
John A. Lesku (Avian Sleep Group, Max Planck Institute for Ornithology - Seewiesen, Germany) et.al. Adaptive Sleep Loss in Polygynous Pectoral Sandpipers. Science, August 9 2012, DOI:10.1126/science.1220939
Video : John A. Lesku et.al., Science, DOI:10.1126/science.1220939
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube




Tinuku Store

No comments:

Post a Comment