Erythrura trichroa Pilih Jenis Kelamin Anak

Tinuku
News KeSimpulan.com - Kutilang Parkit mengontrol jender. Ibu Blue-faced Parrotfinch Erythrura trichroa menyesuaikan jenis kelamin anak yang belum lahir ketika merespon lingkungan.

Ibu Erythrura trichroa melakukan kontrol jauh lebih banyak dibanding ayah mengenai apakah pasangan tersebut harus memilih putra atau putri ketika dihadapkan pada tekanan lingkungan dengan tujuan meningkatkan kelangsungan hidup anak.

"Perempuan harus mengatur rasio jenis kelamin keturunan yang terbaik di lingkungan tertentu," kata Sarah Pryke, biolog Macquarie University di Sydney.

Mengubah rasio seks keturunan dalam menanggapi kualitas lingkungan setempat mungkin menguntungkan untuk setiap spesies.

Tindakan memungkinkan ibu menyesuaikan fenotip keturunannya dengan kondisi yang berlaku dan dengan demikian memaksimalkan survival.

Burung, reptil dan mamalia ternasuk manusia telah lama menyarankan kasus ini, tapi tidak jelas apa faktor pemicu output putra atau putri. Beberapa peneliti berspekulasi kondisi tubuh dan kesehatan ibu mempengaruhi hasil seks anaknya.

Pryke dan rekan mengkondisi Erythrura trichroa yang sensitif terhadap perubahan kualitas gizi. Sebanyak 56 ibu diberi diet kualitas tinggi dengan 20 persen protein telur, gandum dan biji-bijian, sedangkan diet kualitas rendah hanya berisi 8 persen protein.

Setelah 12 minggu, burung-burung ditimbang dan menjalani tes kesehatan. Semua ibu berada dalam kondisi baik dan setara. Namun ibu dengan diet berkualitas rendah lebih banyak melahirkan anak laki-laki dibandingkan perempuan.

"Ibu mengkondisikan lahirnya anak laki-laki ketika miskin karena jauh lebih tahan terhadap stres gizi dibandingkan anak perempuan," kata Pryke.

Tidak jelas apakah temuan berlaku pada manusia karena tidak dapat memanipulasi eksperimental. Jenis kelamin individu juga setidaknya sebagian ditentukan oleh gen sehingga ayah memiliki kontrol langsung atas jenis kelamin keturunan mereka.

Namun Pryke juga menduga hormon ibu ikut terlibat dalam menyesuaikan jenis kelamin anak yang belum lahir. Penelitian sebelumnya menunjukkan tingkat sirkulasi hormon stres yaitu corticosterone merupakan faktor yang dominan.

Bagaimanapun rasio jenis kelamin manusia semakin banyak perempuan. Gizi, perubahan iklim, hilangnya habitat dan stressor lainnya mungkin turut mengubah rasio jenis kelamin disamping seleksi seksual yang turut membawa gen.
Sarah R. Pryke (Department of Biological Sciences, Macquarie University, Sydney, New South Wales 2109, Australia; Division of Evolution, Ecology and Genetics, Research School of Biology, The Australian National University, Canberra, Australian Capital Territory 0200, Australia) et.al. Mothers adjust offspring sex to match the quality of the rearing environment. Proceedings of the Royal Society B, October 2012 vol.279 no.1744 4051-4057, DOI:10.1098/rspb.2012.1351
David Blank/AOL
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment