Evolusi Leluhur Bahasa Indo-Eropa dari Anatolia

Tinuku
News KeSimpulan.com - Rumpun bahasa mungkin memiliki asal-usul Turki. Lidah Indo-Eropa ditelusuri kembali secara kontroversial lebih dari 8.000 tahun ke Anatolia.

Keluarga bahasa Indo-Eropa merentang di seluruh Eropa hingga Asia Selatan. Satu dukungan pada teori bahwa rumpun bahasa meluas keluar dari Anatolia yang sekarang Turki antara 8.000 hingga 9.500 tahun lalu ketika petani awal mencari lahan baru untuk menanam.

Quentin Atkinson, psikolinguistik University of Auckland di Selandia Baru, membayar hutang tahun lalu ketika memeta fenomika out of Africa.

Atkinson dan rekan pada kesimpulan matematika untuk menghitung titik awal paling mungkin dan pola penyebaran geografis satu set besar bahasa Indo-Eropa.

Penyelidikan baru menolak teori puluhan tahun dimana Kurgan warriors menunggang kuda keluar dari stepa Asia Barat 5.000 hingga 6.000 tahun lalu sebagai speaker Indo-Eropa.

"Analisis kami menemukan dukungan asal Anatolia atas asal stepa pada bahasa Indo-Eropa," kata Atkinson.

Pohon keluarga bahasa Indo-Eropa seperti genetika menggunakan DNA individu berbeda untuk merekonstruksi evolusi genetik. Banyak linguisian yang membandingkan berbagai fitur bahasa untuk membangun hubungan historis sehingga pendekatan statistik handal.

Atkinson menganalisa 207 kata umum yang digunakan 103 bahasa Indo-Eropa kuno dan modern. Sebuah pohon bahasa didasarkan pada perkiraan di mana bahasa muncul dan punah, kata-kata dengan arti dan suara sama seperti five dalam bahasa Inggris dan fem di Swedia.

Rumpun adalah kosakata dasar yang jarang dipinjam ketika penutur bahasa berbeda bertemu satu sama lain. Dengan demikian kata-kata menyediakan jendela berharga ke dalam cabang evolusi terpisah untuk pohon keluarga.

Statistik mengasumsikan tingkat lambat migrasi bahasa jika orang bepergian di sepanjang jalur darat atau tingkat migrasi lebih cepat didorong oleh penyeberangan air di mana lidah Indo-Eropa berasal dari kalangan petani Anatolia antara 8.000 dan 9.500 tahun lalu.

Petani sendiri tidak mendorong evolusi yang berbeda lidah Indo-Eropa. Pohon menunjukkan bahasa mulai berkembang jadi 5 besar subfamili Indo-Eropa 4.500 hingga 2.000 tahun lalu setelah pertanian menyebar di seluruh Eropa. Kurgan atau budaya ekspansionis Indo-Eropa mulai menghasut perkembangan linguistik.
Remco Bouckaert (Department of Computer Science, University of Auckland, Auckland 1142, New Zealand) et.al. Mapping the Origins and Expansion of the Indo-European Language Family. Science, 24 August 2012: Vol.337 no.6097 pp.957-960, DOI:10.1126/science.1219669

Video : Remco Bouckaert et.al., Science, DOI:10.1126/science.1219669
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment