Lubang Hitam Supermasif Swift J1644+57

Tinuku
News KeSimpulan.com - Di tempat yang paling jauh "terdengar" monster menguntal bintang. Getaran energi diproduksi sebagai lubang hitam agresif Swift J1644+57 menelan bintang.

"Kami mampu mendengar metaforis sebuah bintang sedang dimakan lubang hitam supermasif. 4.8mHz menjadi lagu indah dengan D-sharp sangat rendah, sedikit keluar darinya," kata Rubens Reis, astrofisikawan University of Michigan di Ann Arbor.

Getaran proses konsumsi lubang hitam melintasi jarak paling luas yang pernah terdeteksi.

Kesempatan bagus menguji relativitas umum gravitasi Einstein pada skala kosmik.

Deteksi juga menegaskan lubang hitam melahap bintang dengan cara yang sama baik bermassa 10 kali maupun 10 juta kali Matahari.

"Bagi saya ini hal yang lebih indah," kata Reis.

Lubang hitam supermasif Swift J1644+57 terlihat 28 Maret 2011 ketika teleskop ruang NASA Swift mendeteksi flar sinar gamma di lokasi ruang yang sebelumnya tenang. Sinar gamma adalah tanda pertama lubang hitam dorman yang berulang melahap bintang yang berjalan terlalu dekat.

Reis dan rekan mengikuti dengan teleskop ruang European Space Agency yang lebih kuat XMM-Newton yang begitu sensitif terhadap getaran halus disebut quasi-periodic oscillations (QPOs) dalam jumlah energi yang dipancarkan lubang hitam sisa-sisa bintang.

Para astronom telah melihat getaran serupa sebelumnya, tapi umumnya lubang hitam dengan massa hanya beberapa kali Matahari dan di dalam galaksi kita sendiri. Kali ini supermasif bermassa 10 juta Matahari dan terletak 4,5 miliar tahun cahaya.

Goyangan menunjukkan bagaimana sesuatu bisa mengorbit ke dekat lubang hitam tanpa terisap masuk. Dari ukuran ini astronom tahu berapa massa lubang hitam dan seberapa cepat berputar.

Perubahan putaran lubang hitam seiring waktu ketika menelan bintang dan menjadi lebih besar. Getaran dalam disk di sekitar lubang hitam jauh, astronom berharap dapat memahami lebih lanjut bagaimana lubang hitam berubah selama masa hidup alam semesta.

"Ini jalan lebih langsung untuk menyelidiki spin dan massa," kata Caleb Scharf, astrofisikawan Columbia University di New York.

Sebuah massa lubang hitam dan spin dipasang ke dalam formula relativitas umum Einstein untuk mendiskripsi gravitasi. Relativitas umum mungkin bervariasi dalam skala sangat besar. Sifat-sifat lubang hitam jauh menyediakan cara untuk mengujinya.
  1. R. C. Reis (Department of Astronomy, University of Michigan, Ann Arbor, MI 48109, USA) et.al. A 200-Second Quasi-Periodicity After the Tidal Disruption of a Star by a Dormant Black Hole. Science, August 2 2012, DOI:10.1126/science.1223940
  2. D. N. Burrows (Department of Astronomy and Astrophysics, The Pennsylvania State University, 525 Davey Laboratory, University Park, Pennsylvania 16802, USA) et.al. Relativistic jet activity from the tidal disruption of a star by a massive black hole. Nature, 476, 421-424, 25 August 2011, DOI:10.1038/nature10374

Gambar : NASA/Goddard Space Flight Center/CI Lab
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment