Pembatasan Kalori Tidak Menambah Umur

Tinuku
News KeSimpulan.com - Mempertanyakan korelasi rendah kalori dengan panjang umur. Membatasi asupan makanan pada monyet gagal memperpanjang kelangsungan hidup.

Penelitian sebelumnya menemukan korelasi diet rendah kalori dengan umur panjang, namun laporan baru menunjukkan diet ketat monyet rhesus tidak membuat hidup lebih panjang dibanding rekan-rekan mereka dengan diet standar.

Dua penelitian yang dilakukan selama lebih dari 20 tahun membuat kesimpulan yang berbeda.

Laporan baru bertentangan dengan laporan tahun 2009 di University of Wisconsin-Madison yang menunjukkan manfaat kalori rendah pada rhesus.

Para ilmuwan menduga perbedaan desain dua studi mungkin menjelaskan mengapa temuan sumbang, menyisakan pertanyaan umur panjang tetap menjuntai.

Kedua tim penelitian perlu menunggu satu dekade atau lebih sebelum semua monyet menjalani kehidupan mereka. Tetapi penelitian baru dilakukan di National Institute on Aging (NIA) laboratory di Baltimore dengan data tidak akan berubah karena perhitungan perbedaan hidup yang timbul pada monyet yang tersisa sangat rendah.

"Saya tidak berpikir satu studi menjungkirbalikkan 75 tahun penelitian," kata Steven Austad, gerontolog University of Texas Health Science Center di San Antonio.

Rentang hidup rata-rata monyet rhesus di penangkaran 27 tahun, tetapi beberapa dapat mencapai usia 40 tahun. Penelitian NIA melibatkan 121 rhesus, dibagi antara kelompok kalori rendah dan standar.

Hari ini penelitian NIA sudah jalan 23 tahun, lebih dari setengah monyet telah meninggal dan tidak ada manfaat hidup dari pembatasan kalori. Tim menduga kematian penuaan disebabkan penyebab seperti penyakit jantung, diabetes dan kanker.

Monyet kalori rendah dalam studi NIA sekitar 25 hingga 30 persen lebih sedikit kalori per hari dari standar. Tapi diakui bahwa kelompok kontrol juga mungkin sedikit kurang dengan 5 hingga 10 persen lebih sedikit kalori.

"Ini mungkin sangat baik bahwa pembatasan kalori kecil dalam hewan kontrol, ditambah diet bergizi seimbang, membatasi perbedaan hidup kedua kelompok," kata Julie Mattison, fisiolog NIA.

Monyet-monyet kelompok kontrol di Wisconsin mendapat lebih banyak makanan dibanding kontrol NIA, diet standar lebih banyak 20 gram per hari. Monyet NIA diberi berbagai makanan, sedangkan monyet Wisconsin hanya pelet standar.

"Kami belum tahu perbedaan dengan mereka [laporan NIA]. Kita akan melihat ketika kembali ke data kami," kata Ricki Colman, bioantropolog University of Wisconsin.
Julie A. Mattison (Laboratory of Experimental Gerontology, National Institute on Aging, NIH Animal Center, 16701 Elmer School Road Building 103, Dickerson, Maryland 20842, USA) et.al. Impact of caloric restriction on health and survival in rhesus monkeys from the NIA study. Nature, 29 August 2012, DOI:10.1038/nature11432

Gambar : National Institute on Aging
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment