Sepupu Misterius Genom Pemburu Pengumpul

Tinuku
News KeSimpulan.com - DNA mengisyaratkan sepupu misterius manusia. Profil gen menyarankan manusia modern kawin dengan spesies penuh belum terlalu lama.

Ekspedisi ke Afrika membawa kembali bukti cabang evolusi yang hingga kini belum terpasang di pohon keluarga manusia. Tapi kali ini bukti tidak ditemukan dalam fosil dari galian tanah. Bukti ditemukan dalam DNA pemburu-pengumpul yang hidup di Kamerun dan Tanzania.

Tersimpan dalam blueprint genetik 15 orang, para peneliti menemukan tanda tangan genetik suatu spesies di pohon keluarga manusia.

Keluarga sepupu yang hidup pada waktu yang sama di era Neanderthal. Garis keturunan ini mungkin tetap terisolasi pada manusia modern untuk waktu lama.

Tetapi DNA melompat ke dalam genom Homo sapiens melalui kawin campur selama era yang sama. Percampuran manusia modern lain dan Neanderthal ketika di Timur Tengah.

"Ada bukti yang menuntut penjelasan dan mix kuno tampaknya menjadi salah satu yang paling masuk akal sejauh ini," kata Richard Green, genomikawan University of California di Santa Cruz.

Para ilmuwan menemukan beberapa orang keturunan di luar Afrika memiliki DNA wariskan dari Neanderthal atau Denisovans. Keluarga manusia misterius yang hanya dikenal melalui DNA fosil tulang jari di gua Siberia.

Sarah Tishkoff, genetikawan University of Pennsylvania di Philadelphia, dan rekan mengambil DNA dari 15 orang pemburu-pengumpul di Afrika terdiri dari 5 Pigmi Kamerun, 5 Hadza dan 5 Sandawe Tanzania. Blueprint genetik lengkap dikompilasi.

Joshua Akey, genetikawan University of Washington, dan rekan menganalisis data statistik dan mematok 2 persen DNA pemburu-pengumpul berasal dari spesies hominid yang tidak diketahui dalam percabangan nenek moyang manusia modern sekitar 1,1 juta tahun lalu.

Waktu adalah penting. Sepupu manusia melakukan perkawinan silang dengan manusia modern sebelum garis keturunan leluhur umum dari ketiga kelompok pemburu-pengumpul tersebut yang terpisah sekitar 30.000 sampai 70.000 tahun lalu.

Sebuah studi terpisah menyelidiki pola perubahan satuan DNA tunggal yang dikenal sebagai SNP dari 22 kelompok Afrika. Joseph Pickrell, genetikawan Harvard Medical School, dan rekan juga menyajikan bukti beberapa kelompok Afrika termasuk suku Hadza mengandung DNA hominid yang tak diketahui.

Namun peneliti lain tidak yakin bahwa sisa-sisa DNA yang diidentifikasi adalah sisa-sisa genetik dari spesies baru sepupu manusia. DNA bisa saja berasal dari kelompok genetika berbeda dari manusia modern.

Jean-Jacques Hublin, paleoantropolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, mengatakan mix bisa berasal dari manusia modern awal yang sejak lama mati karena perubahan lingkungan, penyakit atau konfrontasi dengan kelompok saingan.

Paul Verdu, genetikawan Stanford University, mengatakan kawin campur yang relatif baru bukan satu-satunya penjelasan atas keberadaan DNA yang ditemukan. DNA mungkin genetik yang ditinggalkan nenek moyang manusia modern dan spesies lain yang telah berubah begitu banyak dalam kelompok non-Afrika. Hanya secara kebetulan dan sekarang dikenali.
  1. Joseph Lachance et.al. Evolutionary History and Adaptation from High-Coverage Whole-Genome Sequences of Diverse African Hunter-Gatherers. Cell, 26 July 2012, DOI:10.1016/j.cell.2012.07.009
  2. Joseph K. Pickrell et.al. The genetic prehistory of southern Africa. arXiv:1207.5552 (Submitted on 23 Jul 2012)
  3. J. Craig Venter et.al. The Sequence of the Human Genome. Science 16 February 2001: Vol.291 no.5507 pp.1304-1351, DOI:10.1126/science.1058040
  4. Stephan C. Schuster et.al. Complete Khoisan and Bantu genomes from southern Africa. Nature 463, 943-947 (18 February 2010), DOI:10.1038/nature08795
  5. Joseph P. Jarvis et.al. Patterns of Ancestry, Signatures of Natural Selection, and Genetic Association with Stature in Western African Pygmies. PLoS Genetics, 8(4): e1002641, April 26, 2012, DOI:10.1371/journal.pgen.1002641
  6. Michael F. Hammer et.al. Genetic evidence for archaic admixture in Africa. PNAS, September 13, 2011 vol.108 no.37 15123-15128, DOI:10.1073/pnas.1109300108
  7. Richard E. Green et.al. A Draft Sequence of the Neandertal Genome. Science, 7 May 2010: Vol.328 no.5979 pp.710-722, DOI:10.1126/science.1188021
  8. David Reich et.al. Genetic history of an archaic hominin group from Denisova Cave in Siberia. Nature 468, 1053-1060, (23 December 2010), DOI:10.1038/nature09710

Gambar : Sarah Tishkoff
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment