Vokalisasi Infrasonik Gajah Loxodonta africana

Tinuku
News KeSimpulan.com - Dengan terompet gajah membuat suara, mereka tampak seperti beberapa hewan paling berisik di Bumi karena kita tidak bisa mendengar suara infrasonik.

Banyak spesies menghasilkan suara frekuensi vokal sangat rendah 1 sampai 20 Hertz. Disebut infrasound atau infrasonik, Gajah Afrika (Loxodonta africana) tetap berkomunikasi satu sama lain dalam jarak hingga 10 kilometer.

Di lanskap Afrika, gajah perempuan pemimpin kawanan menghasilkan suara-suara untuk memandu gerakan.

Laki-laki dalam keadaan kawin menggunakan suara untuk menggagalkan laki-laki lain dalam persaingan.

Namun ibu gajah mengandalkan infrasound untuk mengawasi anak-anak yang terpisah jauh. "Ibu di sini".

Frekuensi ini hanya bisa didengar oleh kalangan mereka sendiri. Sekarang laporan baru mengungkap pertama kalinya sejak tahun 1980-an ketika diketahui bahwa gajah juga memproduksi suara rendah.

"Anda tidak bisa hanya berjalan mendekati gajah Afrika. Lalu memasukkan tongkat endoskop ke dalam mulutnya dan memintanya untuk mengatakan 'Ahh'," kata Christian Herbst, biolog kognitif University of Vienna.

Herbst dan rekan mendapat anugerah langka. Segelondong laring utuh Gajah Afrika (Loxodonta africana) yang meninggal di Kebun Hewan Berlin diuji di laboratorium sejauhmana How Low Can You Go?

Suara-suara jatuh di bawah kisaran pendengaran manusia, sering disertai bergemuruh kuat karena frekuensi sedikit lebih tinggi. Dengan merekam gemuruh dan mempercepat pemutaran, Herbst dapat meningkatkan frekuensi infrasound, membuat terdengar.

Hembusan udara melalui laring berkulit tebal menawarkan petunjuk komunikasi frekuensi rendah. Komponen infrasonik telah lama dikaitkan dengan dengkur kucing. Tapi pengukuran baru menunjukkan mekanisme adalah analog dengan orang yang berbicara atau bernyanyi.

Cascades cepat, kontraksi otot aktif membuat kucing mendengkur. Biolog berspekulasi beberapa otot berkedut menciptakan gelombang infrasonik. Tapi gajah bisa mendapatkan gemuruh hanya dengan membuang udara melalui saluran vokal.

"Tidak perlu merujuk pada hipotesis mendengkur. Gajah hanya menutup mulutnya untuk membuat infrasonik," kata Herbst.

Herbst membuat kasus superlow. Panggilan gajah yang terdengar manusia menempuh perjalanan udara hanya sejauh 800 meter, tetapi nada infrasonik mencapai hingga 10 kilometer dalam kondisi ideal. Secara teoritis bisa lebih jauh karena suara dapat bergetar melalui tanah.

Larynx memiliki strip jaringan yang terletak di jalur napas disebut vocal folds, sama seperti manusia dan mamalia. Udara bergegas keluar dari paru-paru, bolak-balik dalam lipatan terpisah, menciptakan puff dalam mekanisme suara keseluruhan. Seperti bendera yang berkibar oleh angin.

Gajah memiliki lipatan vokal 8 kali ukuran manusia dan semakin lebih besar ukuran semakin menurunkan suara getaran. Semakin infrasonik. Jika kita memiliki lipatan vokal gajah, kita juga dapat berbicara infrasonik.

Laring tanpa tubuh di laboratorium dapat menciptakan kembali ledakan suara infrasonik gajah dalam getaran terendah melengking. Tetapi tes tidak menangkap semua kompleksitas panggilan hewan yang hidup dengan kepala utuh di Afrika.
  1. Christian T. Herbst (Department of Cognitive Biology, University of Vienna, Althanstrasse 14, 1090 Vienna, Austria) et.al. How Low Can You Go? Physical Production Mechanism of Elephant Infrasonic Vocalizations. Science 3 August 2012: Vol.337 no.6094 pp.595-599, DOI:10.1126/science.1219712

Video : Christian T. Herbst et.al., Science, DOI:10.1126/science.1219712
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube




Tinuku Store

No comments:

Post a Comment