China Bangun KDUST dan DATE5 Di Dome A

Tinuku
News KeSimpulan.com - China bermaksud makin tinggi dari dasar dunia. Negara China berencana membangun 2 teleskop kelas dunia sebagai observatorium Antartika.

China menanam investasi di benua dingin dalam upaya menggapai peradaban galatikum. Astronom China pekan lalu mengumumkan rencana ambisius sebuah observatorium di Dome A yaitu titik tertinggi di dataran tinggi Antartika.

Rencana meliputi 2 teleskop, kata Yang Ji, direktur Chinese Academy of Sciences Purple Mountain Observatory di Nanjing.

Pertama, Kunlun Dark Universe Telescope (KDUST) bakal menjadi teleskop survei lensa 2,5 meter.

Dirancang untuk cahaya optik dan inframerah dalam mendeteksi eksoplanet mirip Bumi, materi gelap serta bintang-bintang awal ketika terbentuk di alam semesta.

Kedua, Dome A Terahertz Explorer-5 (DATE5), lensa 5 meter yang mendeteksi cahaya dengan gelombang lebih panjang, memungkinkan para astronom melihat dalam awan gelap, debu dan molekul di mana bintang-bintang terbentuk.

"Pasangan ini menjadi salah satu teleskop terbesar dan paling signifikan di Antartika. Ada sejumlah ilmu tidak terbatas yang dapat Anda lakukan dengan mereka," kata Michael Ashley, astronom University of New South Wales di Sydney, Australia.

Teleskop lain di benua ini adalah South Pole Telescope di Amundsen-Scott South Pole Station. KDUST dan DATE5 dengan anggaran lebih dari ¥1 miliar (US$157 juta) semakin menambah banyak instrumen dan teleskop di stasiun Kunlun China di Dome A.

Para astronom telah lama menduga Dome A sebagai tempat terbaik di Bumi untuk menatap alam semesta, kata Lifan Wang, astronom Texas A&M University di College Station, dan direktur Chinese Centre for Antarctic Astronomy di Nanjing.

Di ketinggian 4.093 meter, Dome A memiliki atmosfer sangat tipis dan stabil serta tekanan hanya setengah dibanding di permukaan laut.

Dingin yang ekstrem bersuhu hingga -80oC membuat udara sangat kering dan mengurangi radiasi latar belakang ketika mengamati inframerah.

Hampir tidak ada polusi udara dan malam musim dingin yang panjang memungkinkan tetap terbuka selama 4 bulan pengamatan tanpa terganggu iklim. Sejak awal tahun 2008, astronom China, Australia, Inggris dan Amerika Serikat menguji kondisi Dome A menggunakan instrumen observatorium otomatis disebut PLATO.

"Kami menemukan banyak variabel bintang baru dan mengamati bintang-bintang yang tidak dapat diamati NASA Kepler," kata Wang.

Dalam beberapa tahun ke depan, para peneliti terus menguji kondisi Dome A terutama dalam inframerah. Mereka sedang membangun instrumen inframerah untuk menguji latar belakang langit dan mengukur jumlah informasi yang hilang karena distorsi molekul atmosfer.

Para peneliti berharap temuan utama AST3 yang dirancang untuk mencari planet di luar Tata Surya, planet transit dan ledakan supernova oleh kematian bintang masif. Teleskop AST3 pertama dipasang Januari lalu telah menambang 28.500 gambar dan 3,3 terabyte data. Dua instrumen lainnya menuju Dome A antara akhir 2013 dan 2015.

Para astronom menaruh harapan besar pada KDUST dan DATE5 yang diharapkan beroperasi tahun 2020.

"Teleskop dijamin banyak membuat temuan terobosan," kata Ashley.

Chinese Centre for Antarctic Astronomy http://ccaa.pmo.ac.cn/
PLATO http://mcba11.phys.unsw.edu.au/~plato/
KDUST http://www.kdust.org/KDUST/KDUST.html
Gambar : PLATO
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment