Lempung Planet Mars dari Lava Gunung Berapi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Planet Mars tidak begitu lembab. Lempung kuno dapat berasal dari lava, bukan genangan air danau. Perburuan di Mars mungkin menjadi tugas sulit dari perkiraan.

Deposit lempung telah lama dianggap sebagai tanda pasti masa lalu hangat dan basah di Planet Merah, tapi laporan baru memberi petunjuk awal aktivitas gunung berapi yang membuat beberapa daerah di Mars kurang menguntungkan bagi kehidupan.

Tanah liat ditemukan di lapisan Mars yang menunjukkan bahwa selama periode Noachian sekitar 4,2 hingga 3,5 milyar tahun lalu planet cukup hangat.

Kehangatan menyimpan air cair yang menjadi peraduan bagi kehidupan seperti yang terjadi di Bumi.

Para ilmuwan berpikir lempung Mars bisa dibentuk oleh salah satu dari dua teori. Tanah berinteraksi dengan genangan air di permukaan atau air menggelegak dari bawah melalui ventilasi hidrotermal.

"Keduanya menciptakan habitat yang mendukung mikroba. Di Bumi, mikroba berkembang menikmati," kata Bethany Ehlmann, geolog California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena.

Tetapi analisis baru dari meteorit Mars mengisyaratkan tanah liat tidak mungkin terbentuk dengan cara yang kita pikir. Beberapa mineral dari periode Noachian adalah perbandingan kimia yang baik dengan tanah liat di Atol Mururoa, Polinesia Perancis, yang terbentuk dari pendinginan lava.

Terlebih lagi lapisan tanah liat Mars kuno bisa setebal hingga ratusan meter yang lebih mungkin untuk dihubungkan dengan aliran lava dibanding tanah yang berinteraksi dengan air.

"Hasil tersebut berarti Mars awal mungkin belum dihuni seperti yang diduga sebelumnya ketika kehidupan Bumi sedang berlangsung," komentar Brian Hynek dari University of Colorado di Boulder, di laporan Nature Geoscience.

Salah satu cara untuk mengkonfirmasi adalah memeriksa tekstur tanah dengan mikroskop resolusi tinggi. Rover NASA Curiosity sudah menghabiskan 1 bulan di Kawah Gale dekat khatulistiwa yang menyimpan kekayaan mineral lempung. Curiosity memiliki mikroskop onboard, tapi tidak cukup baik.

"Saya pikir Gale berbeda di Mars. Jika kita ingin menguji hipotesis ini, kita pergi di tempat lain," kata Ehlmann.
Alain Meunier (Université de Poitiers-CNRS, UMR 7285 IC2MP, HydrASA Bât. 35, 40 avenue du Recteur Pineau, 86022 Poitiers Cedex, France) et.al. Magmatic precipitation as a possible origin of Noachian clays on Mars. Nature Geoscience, 09 September 2012, DOI:10.1038/ngeo1572
Gambar : JPL/NASA, Univ. of Arizona
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment