Orang Mencampur Sisi Supranatural dan Ilmiah

Tinuku
News KeSimpulan.com - Orang menggabungkan keyakinan supranatural dan penalaran ilmiah. Pengetahuan, pendidikan atau teknologi belum tentu menghapus supranaturalisme.

Ketergantungan pada penjelasan supranatural untuk peristiwa besar dalam hidup seperti bencana, penyakit dan kematian sering meningkat seiring dengan usia. Laporan baru menawarkan wawasan baru ke dalam metode perkembangan belajar.

"Anak-anak mengasimilasi konsep budaya ke dalam sistem intuitif keyakinan," kata Cristine Legare, psikolog University of Texas di Austin.

"Dari Allah untuk atom hingga evolusi, mereka terlibat dalam pemikiran koeksistensi," kata Legare.

"Ketika mereka menggabungkan penjelasan supranatural dan ilmiah, mereka mengintegrasikan dalam berbagai cara prediksi dan universal," kata Legare.

Legare dan rekan mereview lebih dari 30 penelitian tentang bagaimana orang-orang (usia 5-75 tahun) dari berbagai negara dengan 3 pertanyaan eksistensial utama yaitu asal-usul kehidupan, penyakit dan kematian.

Mereka juga menambang data penelitian dengan 366 responden di Afrika Selatan, di mana praktek-praktek penyembuhan biomedis dan tradisional keduanya beriringan tersedia secara luas di masyarakat.

Legare menyajikan kepada responden dengan berbagai cerita tentang orang-orang yang memiliki AIDS. Responden diminta untuk mendukung atau menolak penjelasan biologis dan supranatural dalam beberapa karakter cerita mengapa orang bisa tertular virus.

Dari semua kelompok umur setuju dengan penjelasan biologis untuk setidaknya satu acara. Namun penjelasan supranatural seperti ilmu sihir juga sering didukung beberapa anak-anak (usia 5 dan ke atas) dan umum di kalangan orang dewasa.

Di antara peserta dewasa, hanya 26 persen percaya penyakit disebabkan oleh sala satu, biologi atau ilmu sihir. Sekitar 38 persen yakin bahwa ada penjelasan biologis dan ilmiah. Misalnya: "Sihir dengan roh-roh jahat dan hubungan seks tanpa kondom menyebabkan AIDS."

Namun sebagian besar yakin penjelasan supranatur dan ilmiah sebagai satu kesatuan utuh. Sekitar 57 persen menggabungkan keduanya yaitu sihir dan biologis sekaligus. Misalnya: "Seorang penyihir memasang orang yang terinfeksi HIV di jalan untuk menularkan kepada Anda."

Legare mengatakan temuan bertentangan dengan asumsi umum bahwa keyakinan supernatural menghilang seiring bertambahnya usia dan tingkat pengetahuan. Laporan ini mendukung hipotesis bahwa penalaran tentang fenomena supranatural merupakan aspek fundamental dan abadi pemikiran manusia.

"Temuan menunjukkan penjelasan supranatural menjadi topik utama manusia yang meluas di seluruh budaya. Baik di negara-negara industri dan berkembang, penjelasan supranatural lebih sering didukung kalangan orang dewasa daripada yang lebih muda," kata Legare.

"Data meliputi konteks budaya yang beragam di seluruh umur, menunjukkan penalaran supranatural belum tentu diganti dengan penjelasan ilmiah menyusul bertambahnya pengetahuan, pendidikan atau teknologi," kata Legare.
Cristine H. Legare (University of Texas at Austin) et.al. The Coexistence of Natural and Supernatural Explanations Across Cultures and Development. Child Development. Volume 83, Issue 3, pages 779-793, May/June 2012, DOI:10.1111/j.1467-8624.2012.01743.x
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment