Timing Pemutihan Pigmen Kulit Orang Eropa

Tinuku
News KeSimpulan.com - Orang Eropa tidak mewarisi kulit putih pucat Neanderthal. Kulit putih penduduk Eropa modern bukan warisan kulit Neanderthal.

Orang-orang yang membangun Stonehenge 5000 tahun lalu memiliki kulit sama dengan penduduk modern Inggris. Manusia awal menduduki Inggris dan daratan Eropa kehilangan warna kulit gelap dari leluhur Afrika sekitar 6000 tahun sebelumnya, lama setelah kepunahan Neanderthal.

Bukti baru mendukung teori bahwa Homo sapiens dan Homo neanderthalensis pada umumnya memang hidup bersisihan secara erat.

Ada korelasi jelas antara garis lintang dan pigmentasi kulit. Orang di lintang tinggi beradaptasi dengan kehilangan pigmentasi kulit.

Kulit dengan sedikit pigmentasi rendah lebih mampu menghasilkan vitamin D dari sinar Matahari dibanding kulit yang lebih gelap.

Adaptasi penting bagi manusia yang berjalan jauh dari garis khatulistiwa dengan mengembara ke Eropa 45.000 tahun lalu.

Sandra Beleza, biolog molekuler University of Porto di Portugal, dan rekan mengidentifikasi 3 gen yang terkait pigmentasi kulit rendah. Meskipun gen ditemukan di semua populasi manusia, gen ini jauh lebih umum di Eropa dibanding di Afrika.

Analisis genom 50 orang Eropa dan 70 orang sub-Sahara Afrika, Beleza bisa mendating kapan 3 gen pertama kali tersebar luas di populasi Eropa. Ketiga gen yang terkait dengan kulit pucat melanda penduduk Eropa hanya 11.000 sampai 19.000 tahun lalu.

"Selektif gen kulit Eropa dimulai setelah migrasi pertama manusia modern ke Eropa," kata Beleza.

Temuan ini memverifikasi laporan sebelumnya yang menunjukkan manusia modern tidak kehilangan kulit gelap mereka segera mencapai Eropa. Diferensiasi datang sangat terlambat dengan pigmentasi kulit di kalangan manusia modern.

Analisis awal DNA berdating 40.000 dan tulang Neanderthal berdating 50.000 tahun, masing-masing dari Spanyol dan Italia menyarankan sepupu punah kita memiliki warna kulit lebih terang dan rambut kemerahan.

Namun Neanderthal punah sekitar 28.000 tahun lalu atau jauh sebelum manusia modern di Eropa memutihkan kulit mereka. Terbukti Neanderthal tidak lulus dalam adaptasi lokal yang berguna pada manusia modern, meskipun ada bukti genetik bahwa kedua spesies kawin campur.

Mungkin aneh mengingat kedua spesies hidup di Eropa selama beberapa ribu tahun. Tapi jika ada percampuran gen kemungkinan besar terjadi di Timur Tengah di mana manusia modern dan Neanderthal pertama kali bertemu meskipun Neanderthal yang hidup di Kroasia memiliki kulit gelap dan rambut cokelat.
Sandra Beleza (IPATIMUP, Instituto de Patologia e Imunologia Molecular da Universidade do Porto, Porto, Portugal) et.al. The timing of pigmentation lightening in Europeans. Molecular Biology and Evolution, August 25, 2012, DOI:10.1093/molbev/mss207
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment