Wahana Kembar Voyager Mengejar Matahari

Tinuku
News KeSimpulan.com - NASA Voyager mengejar Matahari. Di hari ulang tahun ke-35 sejak peluncuran, para ilmuwan merenung ketika probe bergerak ke luar jangkauan Matahari.

NASA Voyager 1, pesawat ruang angkasa diluncurkan 35 tahun lalu pada tanggal 5 September 1977 masuk ruang antar bintang. Segera Wahana meninggalkan Tata Surya di belakang, menerobos gelembung berangin yang ditiup oleh Matahari.

Probe kembar Voyager 1 dan 2 adalah pesawat ruang angkasa paling jauh yang dikirim dari Bumi.

Pertanyaannya adalah: Kapan? Ini mungkin batas sedikit lebih jauh dari harapan. Hari ini wahana telah menenpuh 18 miliar kilometer.

Voyager 1 yang terjauh, sedangkan Voyager 2 diluncurkan 2 minggu sebelumnya membuntuti kembarannya sekitar 3,4 miliar kilometer.

Awal tahun ini, NASA melaporkan Voyager 1 telah mendeteksi 2 sidik jari utama bahwa mereka keluar dari Tata Surya. Tapi setelah menganalisis data seri manuver sebelumnya, para ilmuwan tidak mendeteksi aliran partikel bermuatan sebagai tanda tepi tata surya.

Pada ujung tersebut, partikel harus mengubah rute dengan mengalir ke arah kutub Matahari, membentuk aliran yang melapisi permukaan dalam batas berbentuk gelembung. Voyager 1 tidak melihat perubahan yang menyiratkan bahwa baik pesawat ruang angkasa ada di batas atau berperilaku berbeda.

"Bagaimana Anda tahu kapan Anda akan sampai ke suatu tempat jika Anda tidak tahu apa yang tampak terjadi?" kata Edmond Roelof, fisikawan Johns Hopkins University di Maryland.

"Segala sesuatu yang kita lihat adalah baru dan tidak terprediksi. Gagasan semacam batas yang berbeda tidak dengan cara demikian," kata Roelof.

Untuk saat ini, jelas bahwa Voyager 1 berada di wilayah yang disebut heliosheath yaitu area transisi antar titik di mana angin Matahari melambat dan tepi dari gelembung yang ditiup oleh Matahari yaitu disebut heliopause.

"Kami sudah melihat angin lebih atau kurang. Ini daerah stagnasi. Berarti kita sudah dekat dengan heliopause," kata Edward Stone, kepala tim Voyager dari Caltech.

Stone menyarankan Voyager 1 mungkin membutuhkan 2 sampai 3 tahun lagi untuk berpetualang sebelum menyeberang ke ruang antar bintang.

Voyager : http://voyager.jpl.nasa.gov/
Robert B. Decker (Applied Physics Laboratory, The Johns Hopkins University, Laurel, Maryland 20723, USA) et.al. No meridional plasma flow in the heliosheath transition region. Nature 489, 124-127, 05 September 2012, DOI:10.1038/nature11441
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment