Atmosfer Planet Venus Panas Tapi Dingin

Tinuku
News KeSimpulan.com - Lapisan dingin di atmosfer Venus membuat penasaran. Venus Express mengintai wilayah dingin tinggi di atmosfer planet yang mungkin karbon dioksida jadi es atau salju.

Planet Venus tebal dengan atmosfer karbon dioksida menjadi oven panas permukaan. Planet kembaran Bumi yang jahat. Namun analisis baru berdasarkan pengamatan 5 tahun ESA Venus Express, sebuah lapisan sangat dingin bersuhu -175oC di km 125 atmosfer di atas permukaan planet.


Pencitraan dengan menonton cahaya Matahari yang tersaring atmosfer mengungkap konsentrasi molekul gas karbon dioksida. Butiran molekul pada ketinggian berbeda di sepanjang terminator menjadi garis pemisah antara suasana siang dan malam.

Konsentrasi karbon dioksida yang dikombinasikan dengan data tekanan atmosfer pada ketinggian masing-masing, para ilmuwan menghitung suhu yang sesuai. Sebuah lapisan dingin lebih beku dari atmosfer Bumi, meskipun Venus duduk lebih dekat ke Matahari.

Ini aneh. Planet terkenal panas dan tidak ramah. Meskipun lebih jauh dari Matahari dibanding Merkurius, Venus lebih panas karena efek rumah kaca. Komposisi atmosfer 96,5 persen karbon dioksida.

"Karena suhu di beberapa dips ketinggian di bawah suhu beku karbon dioksida, kami menduga karbon dioksida membentuk es di sana," kata Arnaud Mahieux, planetolog Belgian Institute for Space Aeronomy.

Awan karbon dioksida berisi partikel salju yang sangat reflektif, mungkin lebih terang dari pantulan sinar Matahari normal di lapisan atmosfer. Laporan juga menemukan lapisan dingin di terminator yang terjepit di antara dua lapisan hangat.

"Meskipun Venus Express kadang-kadang mengamati daerah yang sangat terang di atmosfer Venus sebagai es, bisa juga disebabkan oleh gangguan atmosfer lainnya, jadi kita perlu berhati-hati," kata Mahieux.

"Profil suhu panas di sisi siang dan sisi malam yang dingin di atas 120 km sangat berbeda, sehingga di terminator kita berada dalam rezim transisi dengan efek yang datang dari kedua belah pihak," kata Mahieux.

"Sisi malam memainkan peran yang lebih besar pada satu ketinggian tertentu dan sisi siang yang mungkin memainkan peran yang lebih besar pada ketinggian lain," kata Mahieux.

Jadi Venus tetap misteri.
A. Mahieux (Planetary Aeronomy, Belgian Institute for Space Aeronomy, Brussels, Belgium) et.al. Densities and temperatures in the Venus mesosphere and lower thermosphere retrieved from SOIR on board Venus Express: Carbon dioxide measurements at the Venus terminator. Journal of Geophysical Research, Vol. 117, E07001, 15 pp., 2012, DOI:10.1029/2012JE004058

Gambar : ESA/MPS, Katlenburg-Lindau, Germany
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment