Bintang Mendekam Dalam Haloes Materi Gelap

Tinuku
News KeSimpulan.com - Bintang yatim berlama-lama dalam haloes materi gelap. Bintang dilucuti oleh penggabungan galaksi yang terjebak dalam kepompong materi gelap mengelilingi galaksi.

Jika demikian, para bintang inframerah dapat menjelaskan di langit acak untuk teka-teki bagaimana galaksi pertama terbentuk dan tumbuh. Alam semesta diliputi oleh cahaya inframerah samar radiasi latar belakang kosmik sebagai cahaya kolektif yang terpancar dari semua bintang dan galaksi.

Kabut kotor mengandung fluktuasi aneh yang tidak dapat dijelaskan oleh sumber yang dikenal.

Penelitian sebelumnya mengisyaratkan pola aneh mungkin disebabkan oleh beberapa teori.

Alternatif yaitu bintang-bintang pertama dan galaksi di alam semesta atau cahaya galaksi kerdil di dekatnya yang terlalu samar.

Tapi hal itu berarti bahwa alam semesta melahirkan banyak galaksi lebih dari yang astronom bisa deteksi yang menciptakan gejolak untuk model ketika bagaimana kosmos berevolusi.

Sekarang, peta inframerah dari NASA's Spitzer Space Telescope menunjukkan galaksi bukanlah biang keladinya. Ketika intensitas cahaya bercak-bercak misterius diukur terhadap galaksi yang dikenal menunjukkan ketidaksesuaian.

Asantha Cooray, astrofisikawan University of California di Irvine, malah menemukan peta Spitzer cocok dengan teori-teori bahwa ada bintang yang duduk dalam haloes materi gelap. Materi nampak seperti bungkus yang jauh lebih besar dari massa misterius sehingga memegang galaksi bersama-sama.

Selama tumbukan, sebagian besar bintang dan gas tenggelam ke tengah galaksi yang sedang mengembang. Tapi aliran bintang juga tertikam gravitasi, menciptakan apa yang disebut tidal tails.

Menurut teori, beberapa bintang dapat menetap di haloes dengan materi gelap yang membengkak begitu besar. Bintang akan tampak terapung di ruang intergalaksi. Fluktuasi latar belakang inframerah bisa menjadi cahaya redup dari bintang-bintang yang terisolasi.
Asantha Cooray (Department of Physics and Astronomy, University of California, Irvine, California 92697, USA) et.al. Near-infrared background anisotropies from diffuse intrahalo light of galaxies. Nature 490, 514-516, 24 October 2012, DOI:10.1038/nature11474

Gambar : NASA/JPL-Caltech
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment